JOMBANG - Berbagai kreasi unik ditampilkan di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah (MISS) Seblak Kecamatan Diwek. Madrasah yang berada di Pondok Pesantren Seblak ini menggelar Gebyar Seni dan Haflah Akhir Sanah, Sabtu (20/6).
Dalam agenda tahunan ini, nuansa etnik dari seluruh Nusantara sangat nampak. Mulai dari Papua, Bali, Sunda, Dayak, Madura hingga Jawa.
Ratusan walimurid menghadiri kegiatan ini. Termasuk para pengurus komite madrasah dan pengurus Yayasan Khoiriyah Hasyim.
Kepala MISS Seblak Muhammad Amir menegaskan komitmen madrasah yang dipimpinnya dalam memberikan pelayanan. "Di madrasah ini diajarkan ilmu umum dan ilmu agama, mulai pagi sampai pulang, baik shalat Dhuha, mengaji maupun shalat Dzuhur berjamaah," ujarnya.
Bapak tiga anak ini menambahkan agenda haflah juga ditandai dengan launching buku karya kelas enam. "Semua siswa kelas enam akan mendapatkan secara gratis, semua didukung piyak yayasan," imbuhnya.
Direktur Madrasah Seblak H Fardan Hamdani mengapresiasi launching buku. "Baik yang berupa cerpen, puisi maupun pantun," ujarnya.
"Ini sangat membanggakan bagi madrasah, di samping sebagai kenang-kenangan juga sebagai bekal buat masa depan," imbuhnya. Pria berkacamata ini menambahkan tradisi literasi sangat dibutuhkan di era teknologi.
Dia juga menambahkan pentingnya orang tua mendoakan yang baik bagi anaknya. "Maka ada yang namanya orang tua durhaka kepada anak jika mendoakan yang jelek buat mereka," ucapnya.
Saat menyampaikan mauidah hasanah, KH Ali Musthofa menegaskan bahwa syarat anak sukses itu ada dua. "Taat kepada kedua orang tua dan tidak melupakan jasa gurunya," tegasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa anak harus ditirakati. "Mbah Wahab Hasbullah Tambakberas dulu ketika di kandungan, orang tuanya telah khatam Al-Qur'an sebanyak 90 kali," jelasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah Grogol tersebut juga menjelaskan bahwa sebisa mungkin orang tua harus mendoakan kebaikan untuk anaknya, jangan sampai lisan mengucapkan keburukan untuk anak. "Doa orang tua kepada anaknya seperti doa nabi kepada umatnya," tuturnya.
Ditemui di lokasi acara, ketua panitia Sulikah Tusam menambahkan sebanyak 41 siswa dilepas kembali ke orang tua. "Semuanya melanjutkan ke sekolah pilihan di jenjang berikutnya," ujarnya.