Ada kalanya sebuah buku datang bukan sekadar sebagai bacaan, tetapi seperti seseorang yang mengetuk pintu ingatan. Ia membuka halaman demi halaman, lalu tanpa terasa membawa kita kepada sebuah suasana yang pernah begitu akrab: Indonesia yang hangat, penuh perbedaan, tetapi tidak mudah saling membenci. Begitulah perasaan saya ketika membaca buku ini—buku yang saya peroleh dari sebuah acara Gus Duri
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Prof. Dr. Dra. Hj. Hamdanah Utsman, M.Hum., CPLA, Guru Besar Universitas Islam Jember (UIJ), menempatkan perkembangan teknologi tersebut dalam kajian yang berkaitan dengan manajemen pendidikan, pesantren, keadilan gender, serta penguatan nilai-nilai Islam. Jember, (16/08/2026).
Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi momentum historis dan titik balik bagi Nahdlatul Ulama dalam menapaki abad kedua. Forum tertinggi ini bukan sekadar panggung pergantian kepengurusan atau arena kalkulasi kekuatan elite, melainkan panggilan krusial untuk menyelesaikan krisis kepemimpinan melalui rekonsiliasi kelembagaan yang bermartabat.
Pada akhirnya, setiap kontestasi kepemimpinan dalam sebuah organisasi besar tidak boleh berhenti pada persoalan siapa yang akan menduduki sebuah jabatan. Jabatan hanyalah instrumen. Yang lebih penting adalah gagasan besar apa yang hendak dibawa, arah perubahan apa yang ingin diwujudkan, dan nilai apa yang akan menjadi fondasi dalam menjalankan amanah tersebut.
Dalam sejarah panjang Nahdlatul Ulama, kepemimpinan selalu lahir dari pertemuan antara kebutuhan zaman, tradisi keilmuan, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca perubahan sosial.
Politisi asal pesantren Banyuwangi, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., mendorong masyarakat Bondowoso memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Dalam sosialisasi di Graha NU Bondowoso, ia menyoroti rendahnya pemanfaatan CKG serta pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui budaya hidup sehat dan pemeriksaan preventif.
Bangkalan - Perhelatan Muktamar 35 NU yang akan dilaksanakan di PP. Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang bakal dimuliakan dengan kehadiran ratusan turots Ulama Nusantara. Nahdlatut Turots (NT) bakal menggelar pameran khusus memperkenalkan aneka manuskrip pesantren dan turots ulama Nusantara.
JAKARTA — Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU mempersembahkan ajang Festival Film Santri Nasional 2026 dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ajang ini menjadi wadah bagi para santri untuk menuangkan kreativitas dan cerita menarik seputar kehidupan pesantren melalui karya film.