Press ESC to close

Ny. Hj. Djuwaiiyah Fawaid Ajak Santri Putri Sukorejo Kenali Kalender Hijriah Pada Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

  • Jun 18, 2026
  • 3 minutes read
  • 53 Views

Situbondo, Pesantren.Id – Ribuan santri putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, mengikuti peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di halaman Ma'had Putri, Selasa (16/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri jajaran pengasuh, ahlul bait, pengurus pesantren, umana ma'had, dan santri dari berbagai asrama.

Peringatan tahun baru hijriah tersebut menjadi momentum bagi pesantren untuk menanamkan kembali pemahaman keislaman kepada para santri, khususnya terkait keutamaan bulan Muharram dan pentingnya mengenal kalender hijriah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Nyai Hj. Djuwairiyah Fawaid, M.Pd.I., Ph.D., Nyai Hj. Nur Sari As'adiyah, M.Pd., Nyai Hj. Mahsusi Zakiya, S.Ag., serta Nyai Hj. Afwah Maqbullah, S.Pd.I. Kehadiran para nyai disambut antusias oleh ribuan santri yang memenuhi lokasi acara.

Dalam sambutannya, Nyai Djuwairiyah mengingatkan bahwa Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah dan kebaikan selama bulan tersebut.

Menurutnya, Muharram memiliki hubungan erat dengan dua bulan sebelumnya, yakni Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Ketiga bulan tersebut termasuk bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa berbagai amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan mulia tersebut akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Beruntunglah orang yang berpuasa di bulan Dzulqa'dah, meningkatkannya di bulan Dzulhijjah, kemudian meningkatkan lagi ibadahnya pada bulan Muharram," ujar Nyai Djuwairiyah di hadapan para santri.

Selain membahas keutamaan Muharram, Nyai Djuwairiyah juga menyoroti pentingnya memahami kalender hijriah. Ia menilai banyak umat Islam yang lebih mengenal bulan masehi dibandingkan bulan-bulan dalam penanggalan Islam.

Padahal, kata dia, kalender hijriah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam karena menjadi dasar berbagai pelaksanaan ibadah, mulai dari puasa, zakat, hingga penentuan hari-hari besar keagamaan.

Ia juga menjelaskan bahwa perhitungan umur manusia dalam Islam merujuk pada kalender hijriah. Perbedaan jumlah hari antara tahun hijriah dan masehi membuat usia seseorang dalam hitungan hijriah dapat lebih besar dibandingkan usia masehinya.

"Allah menghisab manusia berdasarkan kalender hijriah. Karena itu kita harus mengenal dan memahami bulan-bulan hijriah dengan baik," katanya.

Untuk memperkuat pemahaman para santri, Nyai Djuwairiyah kemudian mengajak seluruh peserta menghafalkan urutan bulan hijriah mulai dari Muharram, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa'dah hingga Dzulhijjah.

Suasana semakin hidup ketika para santri secara serempak mengikuti hafalan yang dipandu langsung oleh Nyai Djuwairiyah. Ribuan suara santri terdengar menyebut nama-nama bulan hijriah secara berurutan.

Tidak hanya itu, para santri juga diajak menghafalkan nama bulan-bulan tersebut dalam bahasa Madura, seperti Sora, Sappar, Molod, Rasol, Dilawwal, Dilakhir, Rejjeb, Rebbe, Pasah, Sabel, Takepek, dan Tacellet. Momen itu disambut hangat dan penuh keceriaan.

Selain tausiyah keagamaan, acara juga diisi mauizah hasanah yang disampaikan Ust. Afif Sabil, M.Pd., dan Dr. Maskuri, M.Pd.I. Keduanya mengajak para santri menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Pada penghujung acara, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Pada Lomba Kirab Munfarijah, juara pertama diraih SMA Ibrahimy 2 Sukorejo, juara kedua Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy, dan juara ketiga Madrasah I'dadiyah Salafiyah Syafi'iyah. Sementara pada Lomba Master Chef Santri, juara pertama diraih Asrama Cabang Nurul Ikhsan, juara kedua Asrama Cabang Ma'hadul Qur'an, dan juara ketiga Daerah Imaroh As-Shofwah. Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan, kecintaan terhadap kalender hijriah, dan semangat meningkatkan amal saleh di kalangan santri.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Kreatif, MI Perguruan Mualimat Gelar Haflah Empat Bahasa dan Luncurkan Buku
Menjaga Kehormatan Santri, Merawat Marwah Pesantren: Deklarasi Gerakan Pesantrenku Aman di Lampung
Bupati Bondowoso Apresiasi Peran BAZNAS  dalam Mendukung Pendidikan Masyarakat
Ngaji Organisasi dan Pelantikan BEMTI Jadi Ruang Pembentukan Pemimpin Berbasis Khidmah
@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.