Press ESC to close

Gelar Workshop, Dorong Guru PAl Hasilkan Buku Siswa

JOMBANG - Sebanyak 311 guru pendidikan agama Islam (PAl) mengikuti workshop Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (Al) Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAl), Kamis (23/7). Kegiatan digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam lndonesia (AGPAll) Kabupaten Jombang sejak pagi hingga sore di aula SMKN 3 Jombang.

Peserta berasal dari berbagai jenjang sekolah. Baik dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Selain teori, mereka diajak langsung praktik menyusun buku kerja siswa dengan memanfaatkan Al. 

Ketua DPD AGPAll Jombang, Mukhammad Zainur Rofiq, menuturkan kegiatan ini merupakan program kerja yang sudah disusun. "Setiap tahun menggelar workshop atau bintek untuk meningkatkan kompetensi guru PAl," ujarnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini, lanjutnya, sebanyak 311 peserta. "Dari SLB ada 2 peserta, dari TK 23 peserta, SD ada 217, SMP ada 15, SMA 34 peserta dan SMK ada 20 peserta," tambahnya. 

Kegiatan ini diapresiasi Ketua DPW AGPAll Jawa Timur, Mokh Fakhrudin Siswopranoto. "AGPAll sangat berkontribusi bagi para guru PAl, mulai dari pusat sampai daerah, kita fokus ke advokasi," ujarnya.

Guru SMAN Plandaan ini berharap DPD AGPAll Jombang terus berkegiatan demi peningkatan kompetensi guru PAl. "Jadi di AGPAll sudah tidak ada pembedaan jenjang, semua guru PAl menjadi satu," tambahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyampaikan agar para peserta mengikuti kegiatan secara serius. "Agar pembelajaran makin mendalam sehingga makin bermanfaat bagi murid," ujarnya.

Pria berkacamata ini menambahkan bahwa kehadiran Al sebagai solusi inovatif. "Sehingga pembelajaran PAl lebih menarik karena ada personalisasi materi, tidak sekedar narasi saja," tandasnya. 

Saat menyampaikan materi, Halimatus Sa'adah mendorong guru PAl untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. "Meskipun AI canggih, tetap tidak bisa mengganti peran guru," katanya. "Kemampuan Al hanya untuk membantu kelancaran tugas guru," ujar Trainer Al Go To School ini. 

Hal serupa ditegaskan Hanifah Atmi Nurmala, narasumber kedua. Trainer AI Ready Asean ini menggarisbawahi peran guru PAl yang tetap penting dalam menyusun buku pegangan siswa. "Boleh materi PAl dari Al, tapi tetap di bawah kendali guru PAl," ujarnya.

Dia menambahkan tetap pentingnya menjaga interaksi murid dengan lingkungannya. "Karena di AI tidak mengenal konteks, maka tugas guru PAl bagaimana murid menjaga interaksi," imbuhnya.

Pada Al, lanjutnya, masih banyak ditemukan kekurangan. "Tugas guru PAl untuk tetap mengecek lewat Google tentang kebenaran informasi yang disajikan Al," pungkasnya.

Ditemui di lokasi acara, ketua panitia Mukhammad Sokhib berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi guru PAl. "Maka yang jadi peserta adalah guru PAl dari semua jenjang, mulai TK, SD, SMA, SMK maupun SLB," ujarnya. (muk)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Pacu Produktivitas Guru, MAU Tambakberas Hadirkan Dua Pakar AI dari Malaysia
Upaya Ciptakan Ruang Aman: Musyrif dan Musyrifah Pesantren Ikuti Penguatan Pencegahan Kekerasan di Yogyakarta
Berikut Penetapan Peserta Lolos Seleksi Wawancara Beasiswa Al-Azhar Mesir Jalur PBNU 2026
Rekomendasi Halaqoh Masyayikh dan Pengasuh Pondok Pesantren NU Se Banyuwangi: Pesantren Tidak Berijin Dilarang Beroperasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.