Magetan - Tanggal 26 Mei 2026 merupakan momen peringatan Harlah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang ke-3. Dalam rangka rasa syukur dan bentuk kewajiban moral, Para PNS Baru dari unsur Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menerbitkan buku antologi bersama berjudul “Penyuluh Agama Islam 4.0: Spirit Profetik di Era Artificial Intelligence”.
Ferdiansah, S.Ag. M.Ag Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan sekaligus leading sektor proyek penulisan buku ini mengatakan bahwa Penyuluh Agama Islam harus semakin dikenal oleh publik luas. Mengingat masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui akan kerja dan kinerja profesi ini.
“Penulisan buku ini menjadi ikhtiar awal kami untuk semakin mengenalkan profesi Penyuluh Agama Islam ke masyarakat. Karena kerja-kerja Penyuluh Agama Islam sangat lekat dengan masyarakat”, ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Penyuluh Agama Islam merupakan penerjemah hampir seluruh delapan program prioritas (asta protas) kementerian Agama. Fungsi Penyuluh Agama Islam di masyarakat tentu sangatlah sentral, karena selaras dengan mars Kementerian Agama yaitu “Berkhikmat untuk ummat, membina, membimbing dan mendidik. Wujudkan masyarakat taat beragama”.
Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, para CPNS Penyuluh Agama Islam ini dilantik menjadi PNS oleh Menteri Agama di Jakarta yang dilaksanakan secara luring dan daring. Ada sekitar 16.138 PNS di lingkungan Kementerian Agama yang dilantik, baik dari unsur guru, dosen, Penghulu, hingga Penyuluh Agama Islam.
Menurutnya, Penyuluh Agama Islam memiliki tugas profetik yang melanjutkan titah Al-Quran sebagai khalifah di muka bumi. Arti khalifah di sini, bisa dimaknai secara beragam dan luas, mulai dari pemimpin, pendakwah agama dan lain sebagainya.
“Semoga dengan diterbitkannya buku “Penyuluh Agama Islam 4.0: Spirit Profetik di Era Artificial Intelligence” menjadi ikhtiar awal untuk semakin meneguhkan profesi Penyuluh Agama Islam di masyarakat. Dan terus menguatkan diri sebagai pembimbing dan pengayom masyarakat di ranah sosial keagamaan”, tambahnya.
Dalam momen Harlah IPARI yang ke-3 ini, Ferdiansah berharap Penyuluh Agama Islam semakin memberikan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat. Dengan membuat program-program strategis yang berdampak langsung kepada masyarakat. []