Pondok Pesantren Shofa Marwa kembali menegaskan perannya sebagai pusat ilmu, inspirasi, dan keteladanan nilai-nilai Islam. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pesantren yang diasuh Prof. Dr. KH. Abd Halim Soebahar, MA itu menggelar Seminar Internasional bertema “Qolbu Management in Welcoming Golden Generation of Excellence and Noble Morality”, Kamis (26/9/2025).
Seminar ini menghadirkan para cendekiawan dari dalam dan luar negeri. Dari Malaysia, hadir dua akademisi Universitas Zainul Abidin, Prof. Madya Dr. Anas bin Moh Yunus dan Prof. Madya Dr. Najihah binti Abd Wahid. Sementara dari Indonesia, tampil Prof. Dr. KH. Abd Halim Soebahar, MA—Guru Besar UIN KHAS Jember sekaligus pengasuh pesantren—serta Dr. Hj. Hamdanah Utsman, M.Hum., dosen Universitas Islam Jember yang juga pengasuh Shofa Marwa.
Acara yang memadukan dimensi religius, akademis, dan sosial ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan ruang penguatan spiritual. Para narasumber mengajak peserta—santri, mahasiswa, dan masyarakat umum—menyelami makna kelahiran Nabi sebagai rahmat bagi seluruh alam. Mengutip Surah Ibrahim ayat 24, mereka menekankan pentingnya manajemen qolbu: hati yang bersih dan terkelola ibarat pohon kokoh, berakar kuat, dan berbuah lebat yang memberi manfaat luas.
Prof. Dr. Najihah menyoroti peran keikhlasan pendidik dalam menyiapkan generasi unggul. Ia meneladankan kisah Ibunda Imam al-Ghazali yang dengan ketulusan mendidik anaknya hingga menjadi ulama besar. “Keikhlasan guru dan orang tua memancarkan kekuatan ruhiyah yang tak tergantikan,” ujarnya.
Prof. Halim menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan hanya mengenang sejarah, tetapi momentum membumikan ajaran Nabi dalam kehidupan kekinian—menebar kasih sayang, menegakkan keadilan, dan membawa kemaslahatan semesta. Dengan semangat itu, Shofa Marwa berharap peserta pulang membawa tekad baru: menjadi insan beriman, berilmu, dan berakhlak, siap menyalakan cahaya Islam di tengah tantangan zaman.