Rangkaian Tasyakuran 100 Tahun Masehi berdirinya Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Nurul Qarnain ditutup dengan sebuah momen yang sederhana namun sarat makna. Di penghujung acara, KH Misbahussalam, pengurus LAZISNU PBNU, menyerahkan buku karyanya berjudul Berkarya di Bawah Panji Nahdlatul Ulama kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ahad (01/02/2026), di Auditorium KH Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Penyerahan buku tersebut menjadi penutup rangkaian acara setelah sambutan para tokoh dan taujihat irsyadat Ketua Umum PBNU. Tanpa seremoni yang berlebihan, momen ini justru tampil kuat sebagai simbol khidmah intelektual warga NU. Sebuah penegasan bahwa perjalanan satu abad NU tidak hanya dijaga melalui struktur organisasi dan gerakan sosial, tetapi juga melalui karya tulis dan warisan pemikiran para pengurus serta ulamanya.
Buku Berkarya di Bawah Panji Nahdlatul Ulama merupakan karya KH Misbahussalam yang memotret khidmah, dedikasi, dan semangat pengabdian di lingkungan NU dari para ulama dan pengurus NU. Sebagai pengurus LAZISNU PBNU, penulis menghadirkan refleksi tentang kerja-kerja keummatan yang dijalankan dengan semangat keikhlasan, amanah, dan keberpihakan pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Karya ini menjadi pengingat bahwa khidmah NU tidak hanya hadir di mimbar dan forum, tetapi juga dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menerima buku tersebut dengan penuh apresiasi. Momen penyerahan ini sejalan dengan taujihat yang sebelumnya beliau sampaikan, bahwa NU adalah jam’iyah ulama yang harus terus menjaga mata rantai ilmu, adab, dan pengabdian lintas generasi. Buku tersebut dipandang sebagai bagian dari ikhtiar merawat ingatan kolektif NU agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Acara tasyakuran ini turut dihadiri sejumlah tokoh NU, di antaranya Dr. KH Amin Said Husni, perwakilan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) KH Mudri Alim, serta Sekretaris Jenderal GP Ansor Gus Rifqi. Hadir pula para kiai, pengurus NU, mahasantri Ma’had Aly, mahasiswa Institut KH Yazid Karimullah, asatidz, dosen, dan pelajar dari berbagai unit pendidikan Nurul Qarnain.
Sebagai penutup tasyakuran satu abad NU, penyerahan buku karya pengurus LAZISNU PBNU ini menghadirkan pesan yang mendalam: bahwa usia NU bukan sekadar hitungan tahun, melainkan rangkaian khidmah yang terus ditulis, dirawat, dan diwariskan melalui ilmu, karya, serta pengabdian nyata kepada umat.