Press ESC to close

Musyker Ranting NU Bulurejo: Menyatukan Langkah Sinergitas Kerja Program

TULUNGAGUNG - Musyawarah Kerja (Musyker) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Bulurejo-Kedaton Kecamatan Diwek Jombang digelar Minggu (26/4). Kegiatan berlangsung di Winna Joglo Tanggung Campurdarat Tulungagung.

Kegiatan dihadiri para pengurus PRNU Bulurejo dan badan otonom (banom). Tampak hadir Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh. Selama berlangsung, kegiatan berjalan dinamis dan penuh semangat kebersamaan. 

Rangkaian kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan. Dilanjutkan dengan dzikir dan tahlil.

Ketua PRNU Bulurejo Abdur Rohman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musker bukan sekadar agenda rutin organisasi. "Tapi melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi program sebelumnya sekaligus merancang langkah-langkah konkrit yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan umat," ujarnya.

Purnawirawan TNI ini menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dan banom dalam menjalankan program agar lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Musyawarah kerja ini harus mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif," imbuhnya.

"Kita ingin NU Bulurejo-Kedaton hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan,” harapnya. " Sehingga Musker ini menghasilkan program kerja strategis satu periode ke depan," imbuhnya.

Ketua MWCNU Diwek KH. Hamdi Sholeh, dalam paparannya, menegaskan pentingnya penguatan organisasi, tata kelola administrasi serta pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. " Khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital," ujarnya.

Dirinya menekankan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan harus tetap kokoh dalam menjaga tradisi. "Namun juga adaptif dalam menghadapi tantangan modernitas," pesannya.

Sesi utama Musker diisi dengan penyampaian program dari masing-masing bidang. Seperti bidang dakwah oleh LDNU, bidang pertanian LPNU, bidang kemasjidan oleh LTMNU, bidang zakat oleh UPZISNU, bidang bahtsul masail oleh LPNMU dan sebagainya.

Masing-masing ketua bidang menyampaikan program kerja yang realistis, terukur dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dilanjutkan dengan diskusi pemdalaman program kerja yang berlangsung aktif dan konstruktif. 

Para peserta tidak hanya menyampaikan usulan. Namun juga memberikan kritik dan masukan terhadap program yang telah berjalan sebelumnya.

Hasil diskusi itu kemudian dibawa ke sidang pleno di sesi siang harinya. Hasil sidang pleno itu yang kemudian diputuskan menjadi hasil musker. (kho)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Merawat Jejak Silaturahim, Menguatkan Akar Peradaban: Menggapai Makna Safari Halal Bihalal HIKAM di 10 Titik se-Nusantara
Sambut Harlah, PAC Fatayat NU Diwek Gelar Dibak Akbar
Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.