JOMBANG - Diba' Kombinasi digelar kembali oleh Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Bandung Kecamatan Diwek, Jumat (10/7). Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Falah Dusun Randulawang Krajan ini dihadiri setidaknya 400 peserta.
Tampak hadir kepala desa, ketua ranting NU dan Muslimat NU Desa Bandung sebagai undangan. Termasuk ketua takmir masjid Al-Falah dan para ketua jam'iyah diba' Desa Bandung beserta jajaran. Tampak juga perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Diwek.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan khotmil Qur'an pada pagi harinya oleh anggota Jam'iyah Diba' Putri Dusun Randulawang. Dirangkai dengan membaca sholawat Nabi dan dzikir tahlil yang dipimpin oleh Ustadzah Haula. Termasuk pemberian santunan kepada 70 anak yatim.
Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Fatayat NU Ranting Bandung terhadap rasa semangat tinggi untuk tetap menumbuhkan nilai-nilai Aswaja berupa kegiatan Diba' Kombinasi. "Termasuk rasa bentuk cinta dan sayang terhadap anak-anak yatim dengan kegiatan pemberian santunan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa banyak kegiatan di Desa Bandung, baik dari kegiatan Muslimat, Fatayat maupun Ansor, yang sudah terbukti semua membawa keberkahan. "Khususnya bagi masyarakat Desa Bandung sendiri dan sekitarnya," tegasnya.
Ketua Ta'mir Masjid Al-Falah, Fatkhurrahman, merasa bangga masjid di dusunnya sudah ditempati kegiatan Fatayat NU. "Semoga kita semua bisa diakui santri dari Mbah Hasyim Asy'ari dan Masjid Al-Falah ini makin tambah berkah karena dipakai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat," harapnya.
Sedangkan Ketua Ranting Fatayat NU Desa Bandung, Lihayatus Sholikha, mengakui bahwa santunan anak yatim yang diselenggarakan tersebut bersumber dari program Koin Fatayat (Koinfa) sedekah Subuh dari anggota dan pengurus Fatayat NU Ranting Desa Bandung sebesar 16,6 juta. "Termasuk pemasukan dari para donatur sebesar 2,5 juta," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa beberapa program dari Fatayat NU Bandung yang sudah berjalan secara rutin ketika ada kegiatan Diba' Kombinasi digelar. "Di antaranya adalah Program Ekonomi yang menyangkut UMKM dari pengurus dan anggota Fatayat sendiri yang mengolah, seperti jualan makanan ringan dan minuman yang dijual pada acara kegiatan Diba' Kombinasi berlangsung," imbuhnya.
Dalam Program Kesehatan, Fatayat NU Bandung melayani cek kesehatan gratis, tekanan darah dan juga cek kolesterol. "Untuk program ekonomi nanti hasilnya 10% dari hasil penjualan akan masuk ke kas Fatayat NU Desa Bandung," urainya.
Kegitan Diba' Kombinasi, lanjutnya, merupakan realisasi dari Program Dakwah. "Fatayat NU Desa Bandung juga ada program sedekah jlantah, sisa minyak goreng selesai dipakai," katanya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, Gus Adib Hamzawi menyampaikan banyak faidah saat membaca shalawat. "Membaca shalawat tidak mengerti artinya tetap mendapat pahala," ujarnya.
Cara membaca shalawat yang baik, menurutnya, harus berniat melaksanakan perintah Allah, malaikat, para nabi dan para wali. "Dan bersyukur kita ditakdirkan menjadi umat Nabi Muhammad," urainya.
Ketika mendengar nama Nabi Muhammad, secepatnya untuk menjawab. "Membaca sholawat bermanfaat untuk ketika di kala anak nakal, suami galak, hidup tidak tenang, bisa diatasi dengan membaca sholawat secara istikomah," pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Ranting NU Desa Bandung, Ali Muchsin. Selama acara berlangsung, peserta mengikuti kegiatan dengan tertib. (kha)