Press ESC to close

Puncak Harlah Ke-102, MWCNU Rejoso Nganjuk Serahkan Hadiah dan Piala ke Pemenang NU Award

NGANJUK - Puncak peringatan hari lahir ke-102 Nahdlatul Ulama digelar Jumat (21/2) malam. Acara digelar MWCNU Kecamatan Rejoso di halaman Masjid Ar-Rahmat Desa Talun. Dihadiri sedikitnya 1.000 jamaah NU.

Dibingkai dengan penyerahan hadiah pemenang NU Award. Juga peringatan lsra Mikraj dengan pengajian umum KH Zainuddin Anwar dari Bangil Pasuruan.

Tampak hadir jajaran pengurus MWCNU Rejoso. Baik syuriah maupun tanfidziyah. Termasuk pengurus lembaga, banom, ketua ranting dan Panitia NU Award. Kegiatan ini juga dihadiri para jamaah mushola dan masjid di Desa Talun. 

Penyerahan piala, hadiah dan piagam pemenang NU Award 2025 sebagai simbol puncak acara. Hadiah serahkan langsung oleh Ketua MWCNU Rejoso Kiai Imam Hartoyo.

Pada NU Award 2025 ditentukan enam pemenang. Keenamnya adalah Ranting NU Desa Mlorah, Ngrandu, Jintel, Wengkal, Puhkerep dan Ngadiboyo.

Kepala Desa Talun Sarji mengapresiasi peran organisasi NU di desanya. Contoh nyatanya pengumpulan koin yang digunakan untuk orang meninggal dunia dan lampu desa.

"Ini luar biasa manfaatnya bagi warga kami," ujarnya. Tidak heran dia berkomitmen untuk terus membantu kegiatan-kegiatan NU di desanya. 

Hal itu direspon positif Ketua MWCNU Kiai Imam Hartoyo. Dirinya mendorong kehadiran para ranting NU memang harus bermanfaat bagi umat. 

"Dan, NU Award ini sebagai wujud dorongan untuk berlomba-lomba program pendidikan di level setiap ranting," ujarnya.

img-20250223-wa0003.jpg

Dirinya juga berharap jamaah NU di kecamatan Rejoso makin antusias kehadiran Bendungan Semantok. Sebagai proyek strategis nasional, Semantok adalah bendungan terpanjang di Asia Tenggara.

"Sudah diresmikan Presiden Rl di akhir 2022 lalu, tentu membawa budaya baru bagi warga Rejoso," imbuhnya.

Sebagai antisipasi, pihak MWCNU Rejoso akan membangun Masjid Roudhotul Musyawirin. "Lokasinya di seberang Bendungan Semantok," ucapnya.

Kehadiran masjid ini diharapkan mengantisipasi budaya baru yang negatif. "Berharap warga NU Rejoso bisa membantu masjid yang diharapkan jadi ikon warga Nganjuk ini," ungkapnya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Zainuddin Anwar dari Pasuruan lebih menceritakan hikmah lsra Mikraj. Kiai akrab disapa Gus Din menyatakan shalat sudah jadi kewajiban umat lslam.

Siapa yang melanggar, lanjutnya, akan dapat dosa dan siksa. "Tapi yang istiqomah shalat, hajatnya akan dikabulkan," pungkasnya. (ika)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Istimewa, Lailatul Ijtima MWCNU Diwek di Bulan Rajab
Perkuat Peran Masjid dan Musholla, NU Desa Grogol Latih Imam dan Khatib Berbasis Pemberdayaan Umat
Perkuat Khidmah Jam’iyyah, PRNU Bulurejo Siapkan Musyawarah Ranting
Teladani Jejak Muassis, Ribuan Warga Ikuti Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.