Darurat Scam Digital: Rp 4,1 Triliun Raib, Ekonomi Syariah Bisa Jadi Solusi?

Era digital membawa banyak kemudahan, tapi juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi kejahatan siber. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa sejak November 2024 hingga pertengahan 2025, telah terjadi lebih dari 200 ribu kasus penipuan digital (scam) di Indonesia, dengan total kerugian mencapai Rp 4,1 triliun. Angka ini tidak sekadar menunjukkan tingginya jumlah korban, tetapi juga menandakan l

Skenario “Menang–Kalah” Impor Energi AS: Pelajaran dari Ekonomi Ala Nabi Muhammad ﷺ

Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat memunculkan komitmen impor produk energi AS senilai 15 miliar dolar AS. Meskipun ada imbalan berupa penurunan tarif produk Indonesia di pasar AS, kesepakatan ini dikhawatirkan membawa Indonesia pada situasi menang–kalah (zero-sum), di mana keuntungan satu pihak tidak sebanding dengan kerugian pihak lain.

Culture Shock Santri Ketika Masuk Dunia Kampus: Tantangan dan Solusi

Transisi dari kehidupan pesantren menuju dunia kampus merupakan momen yang penuh tantangan bagi para santri. Perbedaan budaya, sistem pembelajaran, dan lingkungan sosial sering kali menimbulkan kejutan budaya atau culture shock yang dapat memengaruhi adaptasi akademik dan psikologis mahasiswa baru.

Agama dalam Perspektif Antropologi Islam

Agama itu bukan hanya soal keyakinan. Ia hidup, bergerak, dan sering kali berbelok dari doktrin yang dibacakan dari mimbar ke praktik yang dijalani di lorong-lorong kehidupan. Kalau kita mau jujur, Islam yang kita jalani sehari-hari mungkin tak sepenuhnya seperti yang tertulis dalam kitab-kitab tebal. Dan itulah mengapa pendekatan antropologi Islam menjadi sangat penting hari ini.

Tren “Intimate Wedding” Dikalangan Gen-Z, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Terjadi penerimaan tren dari masyarakat terkait dengan pernikahan intim (intimate wedding) yaitu resepsi pernikahan dengan skala kecil yang mengundang keluarga dan kerabat dekat sehingga menghemat pengeluaran. Pertanyaanya adalah bagaimana Islam menyikapi tren ini?

Perebutan Ruang Dengar: Sound Horeg dan Kesunyian yang Tersingkirkan

Dalam era di mana suara kerap diperebutkan sebagai alat eksistensi, mungkin yang paling radikal justru adalah kemampuan untuk diam, mendengar, dan memberi ruang bagi yang lain untuk bersuara.