Press ESC to close

Masyarakat Suriah merayakan hari kemerdekaan pertama sejak jatuhnya rezim keluarga Asad

  • Dec 10, 2025
  • 4 minutes read
  • 696 Views

Damaskus – Masyarakat Suriah akhirnya bisa merayakan hari kemerdekaan di seluruh kota pada hari Senin, 8 Desember 2025. Tahun ini adalah tahun pertama masyarakat Suriah merayakan hari kemerdekaan negaranya dari rezim partai Ba'th dan keluarga Asad yang telah menguasai Suriah kurang lebih dari 60 tahun lamanya. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa rezim Asad resmi tumbang pada tanggal 8 Desember tahun lalu. Maka tanggal delapan menjadi patokan di mana puncak perayaan hari kemerdekaan itu diadakan. 

Rangkaian acara atau perayaan dilaksanakan di seluruh pelosok negeri. Tak terkecuali provinsi Raqqah dan Hasakah yang masih di bawah pemerintahan SDF. Rangkaian acara peringatan hari kemerdekaan ini sudah dilaksanakan sejak dimulainya perang Rad'u al-'Udwan (menakuti musuh) di tanggal 27 November bulan lalu. 

Pada tanggal 29 November perayaan hari kemerdekaan dilaksanakan di kota Aleppo. Dikarenakan Aleppo adalah provinsi pertama yang berhasil ditaklukkan oleh pasukan rakyat Suriah. Perayaan hari kemerdekaan ini dihadiri langsung oleh presiden Suriah Ahmad Shara’, menteri dalam negeri Anas Khattab, gubernur Aleppo Azam Gharib, Mufti Aleppo Syaikh Dr. Ibrahim Shashu dan dihadiri hampir seluruh masyarakat Aleppo. 

Acara perayaan tersebut dilaksanakan di Istana tamu kota Aleppo lalu dilanjutkan di depan benteng kota. Presiden Suriah Ahmad Shara’ menyebutkan bahwa provinsi Aleppo adalah kunci kemerdekaan provinsi lainnya. Bahkan pria yang berusia 43 tahun itu sempat naik ke atas benteng untuk menyapa masyarakat.

Beberapa hari setelah perayaaan kemerdekaan kota Aleppo masyarakat provinsi Hama tak mau kalah juga. Perayaan hari kemerdekaan diadakan pada tanggal 5 bulan Desember yang dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, seperti gubernur provinsi Hama Abdurrahman Al-Sahyan, kepala kementerian Wakaf Hama Syaikh Mu'adz Rayhan dan masih banyak lagi. Masyarakat memenuhi pelataran bundaran ‘Ashi  dan depan kantor gubernur. Hal yang menarik perhatian di perayaan provinsi Hama adalah adanya kirab bendera baru terpanjang di Suriah yang memanjang sejauh mata memandang.

Kementerian Wakaf Suriah dalam taklimat yang dikirim ke seluruh DKM )dewan kepengurusan masjid( untuk mendendangkan takbir kemenangan sebelum adzan shubuh dikumandangkan. 

"Kepada seluruh masyarakat Suriah yang hebat. Ayo kita bersama-sama shalat shubuh berjamaah di seluruh masjid untuk memperbaharui kenangan kemerdekaan dan kemenangan dengan bersyukur dan mendendangkan takbir”. Ta’limat ini dikirim pada tanggal 3 Desember.

Tiga hari belakangan ini ibu kota Damaskus bersiap-siap untuk menyambut puncak hari raya kemerdekaan tahun ini. Sebagaimana perayaan pada umumnya, hampir semua masyarakat  antusias dalam menyambut hari paling berharga dalam hidup mereka. Toko-toko di pasar, mobil pribadi dan angkutan umum dihiasi dengan bendera kecil Suriah baru yang berwarna hijau, putih, hitam serta tiga bintang merah di warna putihnya. 

Sebelum hari puncak perayaan, masyarakat sudah memenuhi bundaran Umawiyyin ditengah-tengah kota. Bahkan jalan utama yang menghubungkan distrik Mazzeh dan jalan revolusi ditutup total. Semua persiapan hari puncak disiapkan. Mulai dari keamanan, panggung acara, serta layar kaca yang besar. 


Hari ini, bundaran utama kota Damaskus, Omayyad Square sangat padat sekali. Bendera Suriah yang baru memenuhi serta menghiasi jalanan. Kebanyakan dari masyarakat membawa bendera masing-masing di tangan mereka. Tarian khas provinsi Deir Rezour pun juga ditampilkan oleh beberapa pemuda di sana. Suara takbir ada di mana-mana, lagu ‘irfa' ra'sak fauk ente sury hurr -yang artinya; “angkatlah kepalamu kamu adalah warga Suriah yang bebas!” Pun menghiasi panggung acara. 

Ghazi, salah satu warga Suriah yang mengatakan bahwa perayaan ini adalah perayaan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen masyarakat. Sebab itu, kita bisa melihat semua elemen masyarakat hadir untuk mengeluarkan ungkapan mereka hari-hari ini. 

"Alhamdulillah, kita akhirnya bisa melihat suasana perayaan ini. Hari-hari ini adalah hari-hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Suriah di mana pun mereka berada. Anak-anak kecil, orang tua, semuanya ikut hadir di acara yang meriah ini”. Ujarnya kepada saya ketika berjalan bersama menuju bundaran Umawiyyin sore kemarin.

Perayaan ini tak hanya dilaksanakan di ibu kota saja, akan tetapi seluruh provinsi secara serentak juga merayakan kemerdekaan ini. Warga Provinsi Dar'a, Lattakia, Tartus, Suwaida' juga merayakan hari kemerdekaan pertama ini dengan antusias. Pusat kota menjadi titik kumpul masyarakat untuk merayakan hari kemerdekaan ini. 

Harapan dari perayaan ini adalah kembalinya Suriah ke panggung Internasional dan menjadi sebuah negara yang menentukan sendiri nasibnya. Menjadi negara yang maju dan aman. Sejarah mencatat bahwa tanggal 8 bulan Desember adalah lembaran baru untuk negara ini. 

Selamat merayakan hari kemerdekaan pertama Suriah.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.