Press ESC to close

KMD UNISNU Jepara: Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Aswaja, Siap Wujudkan Astacita dan Indonesia Emas 2045

Jepara – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UNISNU Jepara bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Jepara sukses menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada 2–10 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti lebih dari 90 peserta dari berbagai daerah di seluruh Kabupaten Jepara, berlangsung di aula FTIK UNISNU Jepara dengan suasana khidmat.

Acara pembukaan dihadiri jajaran pimpinan UNISNU Jepara, pengurus Kwarcab Jepara, dan para instruktur KMD. Dalam sambutannya, pimpinan UNISNU menegaskan bahwa KMD ini menjadi wahana strategis untuk mencetak pembina pramuka yang cakap secara teknis, berkarakter Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah), dan memiliki visi kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) dijadikan pondasi dalam pembinaan, sehingga lahir pembina yang moderat, toleran, adil, dan penuh empati.

Dekan FTIK UNISNU Jepara, Dr. Abdul Rozaq, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KMD ini adalah bagian dari komitmen fakultas untuk menghasilkan pendidik dan pembina pramuka yang unggul secara kompetensi dan berkarakter Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah).

“Seorang pembina pramuka tidak cukup hanya menguasai teknik kepramukaan, tetapi juga harus memiliki jiwa moderat, seimbang, toleran, dan adil. Nilai-nilai Aswaja ini akan menjadi fondasi kuat untuk membina generasi yang religius, nasionalis, dan berdaya saing,” tegasnya.

 

Kegiatan ini juga selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto—delapan cita-cita besar pembangunan nasional—yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan nasional, serta pemerataan pembangunan. Melalui KMD ini, UNISNU Jepara berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi pembina yang mampu membentuk karakter anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045: unggul, mandiri, berdaya saing global, namun tetap berakar pada budaya dan nilai keislaman.

Ketua Kwarcab Jepara mengapresiasi kolaborasi ini dan menegaskan bahwa keberadaan pembina pramuka yang berkualitas sangat penting, terlebih setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Dengan kebijakan tersebut, kebutuhan akan pembina pramuka bersertifikat menjadi semakin mendesak, dan KMD ini menjadi solusi nyata bagi sekolah-sekolah di Jepara.

Selama lima hari, peserta mendapatkan pembekalan intensif mencakup teknik kepramukaan, manajemen gugus depan, kepemimpinan, hingga praktik lapangan. Seluruh materi dikemas dengan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan semangat pramuka, visi kebangsaan, dan teladan para tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim yang menanamkan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman).

Dengan semangat ini, lulusan KMD 2025 diharapkan menjadi pembina pramuka inspiratif, kreatif, religius, dan nasionalis, siap membimbing generasi muda menuju Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat di kancah dunia.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.