Press ESC to close

Motivasi Produktivitas Karya Mahasiswa, Himaprodi MPI IAI UW Gelar Pelatihan Karya Ilmiah

JOMBANG— Berlokasi di kampus Institut Agama Islam (IAI) Urwatul Wutsqo Bulurejo, digelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa, Minggu (21/12). Kegiatan digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Ketua panitia Moh Rizal Octavio menjelaskan acara dibatasi diikuti oleh 30 peserta. "Mereka terdiri dari mahasiswa serta pegiat literasi dari berbagai kalangan," ujarnya.

Pembina Himaprodi MPI, Aris Setiawan, berharap kegiatan ini bisa memotivasi mahasiswa terus melakukan publikasi. "Agar kualitas skripsi peserta nanti bisa layak dipublikasikan lewat jurnal ilmiah," ujarnya.

Dia menuturkan bahwa narasumber yang diundang sudah sangat tepat dengan produktivitasnya yang tinggi. "Panitia tiidak salah menghadirkan Bapak Mukani sebagai pemateri pada hari ini, beliau prestasi dan karyanya sudah banyak sekali. Bahkan dalam satu tahun bisa menulis dua hingga tiga buku," imbuhnya.

Saat menyampaikan materi, Mukani membuka wawasan peserta dengan pandangan filosofis mengenai pentingnya menulis. Penulis profesional bersertifikat BNSP RI ini menegaskan bahwa menulis adalah jalan untuk melahirkan gagasan yang abadi.

"Secara biologis, Anda memang sudah lahir. Tetapi secara ideologi, belum tentu sekarang Anda sudah lahir," ujarnya. Kelahiran ideologis, lanjutnya, dimulai dari kesadaran untuk berkarya bagi manusia. 

Juara kedua Kategori Karya Jurnal Ilmiah PAI tingkat Nasional Kementerian Agama RI tahun 2025 ini turut membagikan pengalaman pribadinya. Dia menceritakan bagaimana konsistensi adalah kunci utama dalam berkarya.

"Saya dulu mulai menulis sejak kuliah, mulai honor 20 ribu sampai sekarang saya masih menulis," ungkapnya.

Selain memberikan motivasi, dosen STAI Darussalam Nganjuk ini juga membedah teknis penulisan artikel jurnal ilmiah. Dia menjelaskan bahwa artikel jurnal merupakan publikasi ilmiah yang harus dilakukan akademisi. Baik dosen ataupun mahasiswa. "Tentu dengan beban tingkatan yang berbeda, mulai dari terindeks Scopus, Sinta maupun sekedar memiliki ISSN," jelasnya.

Menutup sesi pelatihan, penulis 42 judul buku ini memberikan pesan mendalam agar mahasiswa meninggalkan warisan berupa karya tulis. "Menulislah satu buku untuk orang lain sebelum orang lain menulis batu nisan untuk Anda. Orang tidak perlu mengenal kita, cukup mengenal karya kita," pungkasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian contoh jurnal edisi cetak dan buku ke beberapa peserta. (Hari)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.