Situbondo, (Pesantren.Id) – Film pendek SATRIA (Santri Patriot Bangsa) karya penulis dan sutradara Andi Ahmad Miskil Khitam terus menuai perhatian setelah berhasil meraih Juara I Lomba Film Pendek Situbondoan 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Usai meraih prestasi tersebut, film yang mengangkat kisah perjuangan santri menuju dunia militer ini dipastikan segera tayang di KCM Roxy Situbondo.
Film SATRIA mengisahkan perjalanan Bharaka, seorang pemuda yang harus mengubur sementara keinginannya menjadi prajurit TNI karena sang ibu memintanya menempuh pendidikan di pesantren. Di tengah pergulatan batin, Bharaka belajar tentang arti ketaatan, kesabaran, dan perjuangan hingga akhirnya menemukan jalan untuk meraih cita-citanya tanpa meninggalkan nilai-nilai kesantrian.
Mengusung pesan "Tidak semua jalan menuju cita-cita harus ditempuh dengan melawan. Terkadang, jalan itu justru ditemukan lewat ketaatan," film ini menghadirkan sudut pandang bahwa pesantren mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus tempat lahirnya generasi yang siap mengabdi kepada bangsa.
Penulis sekaligus sutradara Andi Ahmad Miskil Khitam mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim produksi.
"Saya mengucapkan terima kasih pertama-tama kepada Allah SWT atas anugerah dimenangkannya film ini sebagai Juara I Lomba Film Situbondoan. Semua ini bisa terwujud atas izin Allah," ujarnya.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh produser, kru, pemain, dan tim produksi yang telah bekerja bersama mewujudkan film tersebut.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dalam pembuatan film ini. Semua ini tidak akan terwujud tanpa kekompakan dari semua pihak," katanya.
Film SATRIA lahir dari inspirasi beberapa kisah nyata santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo yang bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri melalui ekstrakurikuler SATRIA (Santri Patriot Bangsa). Pengalaman tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita yang sarat nilai perjuangan dan pengabdian.
Sebagai pelatih ekstrakurikuler SATRIA, Andi mengaku ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa santri memiliki ruang pengabdian yang luas, termasuk di lingkungan militer.
"Saya ingin mengangkat bahwa sebenarnya santri itu tidak selalu dalam kacamata konvensional yang hanya sarungan, ngaji, belajar ilmu agama dan sebagainya. Santri itu komplet, kapabel dalam banyak hal, dan mampu menjadi jawaban atas berbagai kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi prajurit TNI maupun anggota Polri tanpa harus meninggalkan identitas dan nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di pesantren.
"Melalui film ini saya berharap bisa menginspirasi para santri yang ingin berkiprah di dunia militer, bahwa mereka tetap bisa menjadi tentara atau polisi dengan tetap membawa nilai-nilai jiwa sebagai seorang santri," tuturnya.
Keistimewaan film ini juga terletak pada keterlibatan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D. sebagai salah satu pemeran. Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan mengenai sinergi antara nilai-nilai pesantren dan semangat kebangsaan.
Dukungan terhadap perkembangan perfilman pesantren juga datang dari Zaehol Fatah, Kepala Bagian Kreator Pesantren sekaligus Ketua S3TV. Ia menilai film menjadi media yang efektif dalam menyampaikan nilai pendidikan kepada masyarakat.
"Saya mendukung perkembangan film di pesantren, karena sesungguhnya film merupakan edukasi yang sangat baik, dan dalam posisi lain digunakan sebagai soft war dalam bernegara," ujarnya.
Setelah sukses menjadi Juara I Lomba Film Pendek Situbondoan 2026, SATRIA (Santri Patriot Bangsa) dijadwalkan segera tayang di KCM Roxy Situbondo, sehingga masyarakat dapat menyaksikan kisah inspiratif tentang perjuangan santri yang membuktikan bahwa jalan menuju pengabdian kepada bangsa dapat ditempuh tanpa meninggalkan jati diri sebagai seorang santri.
Author: ~Rifky Gimnastiar