Press ESC to close

Mengapa Kebiri Kimia tidak Disetujui?

Ahli fikih kenamaan mazhab Hanafi, Jamaluddin al-Ghaznawi (w. 593 H) ketika membahas hukum bagi pelaku sodomi menyatakan:

تكلموا في هذا التعزير من الجلد ورميه من أعلى موضع وحبسه في أنتن المواضع وغير ذلك سوى الإخصاء

“Bicaralah dalam hukuman takzir kejahatan sodomi ini dengan menderanya, menjatuhkannya dari tempat yang tinggi, memenjaranya di tempat yang sangat kotor dan selainnya kecuali kebiri.” (Hasyiyah Ibn Abidin, IV/27).

Kenapa demikian? Karena dalam kebiri terdapat berbagai kerusakan seperti mengandung unsur penyiksaan, membuat kerusakan pada tubuh, dan menghilangkan sifat kelaki-lakian yang merupakan nikmat besar dari Allah SWT.

Namun demikian, hal ini tidak dapat diartikan sebagai pembelaan terhadap pelaku tindak kejahatan seksual terhadap anak sekaligus menegasikan penderitaan korban baik fisik maupun psikis, trauma delay, masa depannya, beban mental keluarga, dan semakin meningkatnya angka kejahatan ini.

Sebab apabila pelaku melakukannya secara berulang-ulang dan sudah tidak dapat diharapkan jera, maka keterjaminan keselamatan anak-anak secara luas dari tindak kejahatan seksual harus lebih diprioritaskan daripada keselamatan pelaku (at-Tasyri’ al-Janai, II/249).Sehingga hukuman seumur hidup hingga hukuman mati sangat setimpal dijatuhkan kepadanya. Wallahu a'lam.

 

Penulis: Ahmad Muntaha

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Walhan, Aktor Waswas dalam Ibadah
Ijbar Nikah: Antara Syariat dan Tradisi
Bagaimana Hukum Puasa Bagi Penyandang Disabilitas Intelektual?
Zakat dalam Kebijakan Publik: Menjaga Transparansi dan Efisiensi untuk Kesejahteraan Sosial

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.