KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, menghadirkan pendekatan yang menyejukkan: amaliyah NU bukanlah hasil rekaan belaka, melainkan berakar kuat pada dalil-dalil shahih, dengan cara pembacaan induktif yang diajarkan ulama.
Elit politik memiliki banyak kepentingan yang berbeda dari berbagai golongan, kelompok, dan partai politik (parpol). Jika tidak ada kesepakatan, konflik akan muncul dan seringkali berujung pada penyelesaian kekerasan. Dalam berpolitik secara manusiawi dan beradab, standar moral sering disebutkan. Namun, itu hanya merupakan aspek retorika politik.
Menurut Gus Ulil, akan sangat sulit untuk memberikan sesuatu kepada seseorang yang lebih membutuhkan daripada Anda sendiri. Memberikan sesuatu yang Anda tidak terlalu membutuhkannya berbeda dengan memberikan sesuatu kepada orang lain.
Aneh. Ada orang yang menyangka bahwa bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab biasa yang tidak ada istimewanya, dan menganggap semua orang Arab paham dengan bahasa Al-Qur'an. Maka, hal tersebut tidak benar. Buktinya, kalau ke Arab, tanyak deh pada mereka tentang makna atau isi Al-Qur'an, apakah semuanya paham? Yang
Berikut ini adalah fragmen dari dua gambar halaman manuskrip kitab “Muqaddimah al-Fawâ’id allatî Lâbudda min al-‘Aqâ’id”. Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan berisi kajian mengenai pokok-pokok teologi Islam (ilmu tauhid).
Hukum puasa bagi penyandang disabilitas intelektual
Apa itu hakikatnya dunia? Kenapa manusia sibuk mengurus dunia sehingga lupa kepada Allah Swt. Serta dirinya sendiri? Yang jelas, kata Gus Ulil, dunia dikatakan dunia karena meliputi tiga unsur. Pertama, karena ada wujudnya (a’yan maujudah); kedua, kita memiliki kepentingan (ada kepentingannya); ketiga, kita melakukan sesuatu untuk mendapatkannya (effort).
Dalam kitab durratun nasihin terdapat beberapa berbagai pendapat ulama mengenai asbabu nuzul (sebab turunnya ayat al-Qur’an) QS. al-Qadr. Tetapi ada pendapat yang menarik yang merujuk dari riwayat Ibnu Abbas r.a. Menurut riwayat ini, turunnya QS. al-Qadr berkaitan dengan kisah Syam’un al-Ghazi.
Diceritakan bahwa pada masa kepemimpinan Umar ibn Abdul Aziz, ia pernah mengutus pasukan ke daerah Romawi untuk keperluan perang.
Ada tiga kelompok yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad Saw. Pertama, adalah kelompok Isawiyah. Satu kelompok di dalam masyarakat Yahudi yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad. Mereka mengatakan
Kemajuan teknologi telah mengubah pola komunikasi manusia secara drastis. Media sosial, yang seharusnya menjadi ruang berbagi ilmu dan mempererat silaturahmi, justru sering digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, dan budaya pamer. Dalam kondisi ini, ajaran al-akhlaqu lil banin tentang kejujuran (shidq), menjaga lisan (hifzhul lisan), serta sopan santun (adab) menjadi semakin relevan.