Ijbar Nikah: Antara Syariat dan Tradisi. Bagi seorang ayah dan kakek (ketika sama sekali tidak ada ayah atau ayahnya tidak bisa menjadi wali) diperkenankan meng-ijbar (memaksa) anak perawannya untuk menikah, jika memang memenuhi syarat-syarat ijbar.
Saat ini, Ramadan di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial ekonomi menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi umat Muslim. Dari tren ibadah hingga realitas ekonomi yang semakin kompleks, bagaimana umat Islam sebaiknya menyikapi perubahan zaman?
Gus Ulil mengatakan, jika ada hubungan kausalitas (sebab dan akibat), maka ada tiga status.
Ramadan selalu datang sebagai bulan penuh keberkahan, membawa limpahan rahmat, ampunan, dan peluang untuk meningkatkan ketakwaan. Bulan ini menjadi waktu yang dinanti-nanti oleh umat Islam karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Sudah jelas bahwa sifat kikir ini bertingkat-tingkat, dan tingkat yang paling tinggi menunjukkan ketidakmampuan untuk memenuhi kewajibannya, seperti mengeluarkan zakat, memberikan nafkah kepada keluarganya, atau mengadakan jamuan untuk tamu.
Prinsip kalender hijriyah sebagai metode penghitungan (hisab) bilangan bulan (‘iddah al-syuhur) dan bilangan tahun (‘adad al-sinin). Idealnya dibuat berdasarkan nature ajaran islam sebagai agama yang lurus (al-din al-qayyim), berbasis fikih, atau pemahaman terhadap postulat ayat-ayat Al-Qur’an yang berkorelasi dengan waktu aktifitas manusia di ruang muka bumi.
Hukum puasa bagi penyandang disabilitas intelektual
Apa itu hakikatnya dunia? Kenapa manusia sibuk mengurus dunia sehingga lupa kepada Allah Swt. Serta dirinya sendiri? Yang jelas, kata Gus Ulil, dunia dikatakan dunia karena meliputi tiga unsur. Pertama, karena ada wujudnya (a’yan maujudah); kedua, kita memiliki kepentingan (ada kepentingannya); ketiga, kita melakukan sesuatu untuk mendapatkannya (effort).
Dalam kitab durratun nasihin terdapat beberapa berbagai pendapat ulama mengenai asbabu nuzul (sebab turunnya ayat al-Qur’an) QS. al-Qadr. Tetapi ada pendapat yang menarik yang merujuk dari riwayat Ibnu Abbas r.a. Menurut riwayat ini, turunnya QS. al-Qadr berkaitan dengan kisah Syam’un al-Ghazi.