Press ESC to close

Perang Iran-Israel: Hentikan Perdebatan Sektarian, Fokus pada Perjuangan Anti Penjajahan

Di tengah berkecamuknya perang terbuka antara Iran dan Israel yang mengguncang Timur Tengah, sebagian umat Islam justru masih terjebak dalam perdebatan sektarian: Sunni-Syiah. Padahal, yang sedang terjadi saat ini bukan semata konflik ideologi, melainkan benturan geopolitik antara penjajah dan yang dijajah, antara kekuatan agresor dan kekuatan perlawanan.

Dalam benak sebagian orang, ke-Syiah-an Iran menjadi masalah. Tapi dalam kenyataan di medan laga, ketika rudal-rudal Iran menghantam jantung pertahanan Israel dan mengacaukan kepercayaan diri rezim Zionis, masih pantaskah kita mempertanyakan madzhab mereka?

Warisan Perjuangan: Maklumilah, Fokuslah

Dulu, banyak pejuang kemerdekaan Nusantara memegang ajaran-ajaran yang secara akidah bisa diperdebatkan. Ada yang berpaham wahdatul wujud, manunggaling kawula gusti, dan pelbagai laku spiritual yang hari ini mungkin kita anggap problematis. Tapi sejarah mencatat, banyak dari mereka menjadi tokoh besar dan berkontribusi nyata dalam kemerdekaan bangsa. Kesaktian mereka digunakan untuk mengusir penjajah, bukan untuk menindas rakyat.

Kalau kita bisa memaklumi para pejuang masa lalu karena konteks zaman dan semangat melawan kolonialisme, mengapa hari ini kita tidak bisa memaklumi perjuangan Iran yang secara nyata melawan proyek kolonialisme modern bernama Zionisme?

Ketika rudal Iran membombardir Dimona, pangkalan-pangkalan militer, hingga pusat riset milik Israel, itu bukan serangan sektarian. Itu adalah bentuk nyata dari perlawanan atas kezaliman. Maka, menyempitkan narasi ini ke dalam kerangka Sunni vs Syiah adalah kebutaan intelektual dan kemunduran berpikir.

Realita Perang: Israel Kacau, Iran Tangguh

Selama 65 jam terakhir, lebih dari 1.000 orang di Israel menjadi korban. Rumah sakit kewalahan. Kota-kota besar seperti Tel Aviv berubah menjadi kota mati, karena warganya mengungsi ke bungker. Serangan Iran menghantam titik-titik vital: fasilitas nuklir, pelabuhan dagang, depot minyak, rumah pejabat, bahkan pusat militer strategis Israel.

Iron Dome, Arrow, Iron Beam, Patriot, THAAD sistem pertahanan udara tercanggih yang dibanggakan Israel dan sekutunya, lumpuh menghadapi rudal balistik dan hipersonik Iran. Bahkan objek paling sensitif seperti Dimona dan pangkalan militer elit Israel tidak luput dari kerusakan.

Sebaliknya, meski ratusan orang Iran juga gugur, termasuk beberapa petinggi militer, struktur komando Iran tetap solid. Iran bukan ormas. Ia negara dengan peradaban ribuan tahun. Setiap yang gugur, langsung digantikan oleh sosok baru yang tak kalah tangguh.

Geopolitik dan Ambisi Zionis

Apa sebenarnya yang diinginkan Israel dari Iran? Bukan semata fasilitas nuklir. Tujuan sejatinya adalah mengganti rezim Islam Iran dengan rezim boneka seperti yang sudah mereka lakukan terhadap banyak negara Arab. Tujuan akhirnya: Israel Raya, sebuah entitas zionis yang dominan di Timur Tengah, dengan Palestina dihapus dari peta dan rezim-rezim Arab tunduk sepenuhnya.

Perang kali ini adalah bukti bahwa Iran bukan target sembarangan. Iran punya pengalaman panjang menghadapi invasi dan sanksi. Iran belajar dari sejarah. Sebaliknya, Israel modern belum pernah benar-benar menghadapi perang panjang melawan negara kuat. Perang ini bisa jadi adalah awal dari dekonstruksi hegemoni Israel.

Pengkhianatan Arab: Aib Timur Tengah

Menyedihkan, justru banyak negara Arab ikut membantu Israel secara diam-diam. Menurut laporan lembaga observasi terpercaya, negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Yordania memberikan dukungan intelijen kepada Israel untuk mencegat rudal Iran.

Ini adalah pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. Ketika Palestina dibantai selama bertahun-tahun, mereka diam. Ketika Iran menyerang, mereka justru membantu penjajah. Inilah aib terbesar dunia Arab, melebihi aib berdirinya Israel itu sendiri.

Mengapa Kita Harus Dukung Iran?

Karena Iran, saat ini, adalah satu-satunya kekuatan besar yang berani melawan Israel secara langsung. Ini bukan soal Syiah atau Sunni. Ini soal keberanian, kehormatan, dan keberpihakan kepada yang tertindas.

Agresi Israel adalah ilegal. Pembantaian mereka terhadap rakyat Palestina adalah pelanggaran HAM. Kini, ketika Israel merasakan hal yang sama hidup dalam ketakutan, kota-kota porak poranda, pemimpin mereka diburu rudal dunia harus melihat bahwa apa yang dilakukan Iran adalah respons atas agresi.

Hentikan Kebodohan Sektarian

Pertanyaannya, mengapa sebagian umat Islam masih sibuk memperdebatkan akidah dan mazhab di tengah perang yang nyata ini?

Mereka yang masih mengangkat isu Syiah-Sunni dalam konteks perang ini tidak memahami geopolitik dan sejarah konflik. Mereka adalah korban narasi dangkal yang dibangun media Barat dan proksi-proksi Israel untuk memecah belah kekuatan umat.

Maka, sudah waktunya kita naik kelas berpikir. Sudah waktunya kita bersatu mendukung siapa pun — apapun mazhabnya — jika ia melawan penjajahan dan membela keadilan.

Kesimpulan: Masa Depan Timur Tengah

Perang Iran dan Israel ini akan mengubah lanskap geopolitik Timur Tengah secara signifikan. Dunia akan melihat bahwa kekuatan Zionis tidak sekuat narasi mereka. Dunia akan sadar bahwa perlawanan, jika terorganisir dan dilakukan dengan strategi jangka panjang, akan membuahkan hasil.

Dan yang terpenting: kemenangan Palestina tidak akan datang dari debat Sunni-Syiah, tapi dari solidaritas umat, keberanian, dan pengorbanan. Jika kita terus sibuk mencurigai dan menjelekkan satu sama lain hanya karena perbedaan mazhab, maka kita adalah penghalang kemerdekaan itu sendiri.

Saatnya berhenti mempermasalahkan ke-Syiah-an Iran, dan mulai mempermasalahkan kezaliman Israel. Saatnya umat Islam bersatu melawan musuh yang nyata bukan sesama yang berbeda nama tapi satu tujuan: Kemerdekaan Palestina dan keadilan untuk semua.

Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E.

Dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia
Pesan bulan Syawal untuk para santri

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.