Press ESC to close

Bagaimana Cara Memiliki Ilmu yang Berkah?

Islam adalah agama sempurna yang diridhai Allah SWT dan selalu menuntun kita ke arah kebaikan serta kebenaran, tanpa adanya agama islam maka dunia akan berantakan. Al-Qur’an merupakan sumber hukum yang pertama, yang diturunkan langsung dari Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril dan disampaikan kepada nabi Muhammad SAW. Ayat pertama yang diturunkan adalah QS Al-alaq ayat 1-5.

Turunnya ayat itu bertujuan supaya manusia diharuskan untuk selalu membaca. Membaca yang dimaksud adalah mencari ilmu. Mencari ilmu merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim, hal ini dibuktikan dengan adanya hadist yang berbunyi:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” (Ibnu Majah no. 224)

Ilmu berakar dari bahasa Arab yakni ilm atau alim yang berarti mengetahui. Ilmu sendiri secara istilah diartikan sebagai sebuah atau sesuatu pengetahuan yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat-Nya. Ilmu menjadikan manusia lebih istimewa daripada makhluk lainnya. Ilmu didapat dari proses pembelajaran termasuk dari membaca, menulis, dan mendengarkan.

Lembaga pendidikan seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan Universitas adalah tempat bagi kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Guru ataupun dosen sebagai sosok yang memberikan ilmu kepada kita. Mereka bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa. Banyak sekali ilmu yang kita peroleh dari mereka.

Mencari ilmu itu tidak mudah, banyak sekali hambatan yang sering kita jumpai saat proses mencari ilmu. Hambatan terbesar yaitu adanya rasa malas, rasa malas ini bisa jadi godaan dari setan. Untuk meminimalisir adanya rasa malas maka kita harus membaca do’a terlebih dahulu sebelum menjalankan aktivitas belajar.

Sebagai seorang muslim kita tidak hanya diwajibkan mencari ilmu saja, percuma mempunyai ilmu tetapi ilmu tersebut hanya bisa dimanfaatkan oleh dirinya sendiri. Islam mengajarkan kita tentang peduli terhadap sesama manusia. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat terhadap sesama. Jika kita memiliki ilmu, maka ilmu tersebut harus kita ajarkan kepada orang lain. Sehingga ilmu yang kita memiliki menjadi berkah.

Tidak ada ruginya jika mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Dengan berbagi ilmu maka kita sedang melakukan amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir walaupun kita sudah meninggal.

Sebelum kita mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain, maka kita harus menerapkan ilmu yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang perlu diingat adalah apabila kita memiliki banyak ilmu hendaklah kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Supaya diri kita terhindar dari rasa sombong atau seakan-akan kita paling pintar diantara yang lain. Dan apabila kita telah menjalani dengan benar maka nilai dari barakah ilmu tersebut akan menyusul dengan sendirinya. []

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia
Pesan bulan Syawal untuk para santri

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.