Malang, 31 Oktober 2025 – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara telah resmi hadir dalam Annual Meeting Forum PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang sedang diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 1 November 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur.
Acara yang mengusung tema "Mengokohkan Peran PSGA sebagai Penggerak Transformasi Kampus Moderat dan Inklusif Berbasis Nilai Islam untuk Mewujudkan Pilar Cinta Kemanusiaan dalam Asta Protas Kementerian Agama" ini dihadiri oleh para kepala PSGA dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tujuan utama forum ini adalah untuk memperkuat peran PSGA dalam mengarusutamakan nilai keadilan gender, perlindungan anak, serta menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan bebas kekerasan.
Kehadiran PSGA UNISNU Jepara dalam forum ini merupakan wujud komitmen kampus terhadap implementasi nilai-nilai Islam yang berkeadilan dan berbasis pada prinsip cinta kemanusiaan. Ketua PSGA UNISNU Jepara turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk stadium general, workshop tematik, dan konsolidasi lintas sektoral yang melibatkan akademisi, aktivis, serta komunitas disabilitas.
Dalam sharingnya, Ketua PSGA UNISNU Jepara menyampaikan pentingnya sinergi antar kampus dalam mengatasi isu-isu terkait gender, kekerasan seksual, dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan tinggi. Forum ini juga menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih inklusif dalam menghadapi tantangan sosial di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Selain itu, berbagai narasumber dari tokoh akademisi dan praktisi memberikan wawasan dan pemahaman baru mengenai penguatan kelembagaan PSGA, pengintegrasian kurikulum Gender Equality and Social Inclusion (GESI), serta langkah-langkah preventif terhadap kekerasan seksual dan isu disabilitas.
Diharapkan melalui forum tahunan ini, PSGA UNISNU Jepara dapat memperkuat kapasitas dan jejaringnya dalam mewujudkan kampus yang lebih inklusif, adil gender, dan ramah disabilitas.