Press ESC to close

Melangitkan Doa, Membumikan Usaha: PMII Madiun Raya Selaraskan Spiritualitas dan Kemandirian Ekonomi

Madiun - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan mendoakan keselamatan serta kebangkitan bangsa, Keluarga Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madiun Raya menyelenggarakan kegiatan Hurmat Maulid dan Doa Bersama, yang juga dirangkai dengan Opening Angkringan Warung Kopi Joglo Sunan, di Jalan Raya Kelun, Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada Minggu, 15 Rabiul Awal 1447 H / 8 September 2025.

Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 22.00 WIB ini diawali dengan Khotmil Quran, Yasin dan Tahlil, Sholawatan Mahallul Qiyam berbahasa Indonesia, dilanjutkan Potong Tumpeng, serta sesi sukoparisuko yang menyatukan suasana religius dan kebersamaan.

Dalam laporan kegiatan, Ketua PC PMII Madiun Muhammad Fajar Haidhar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk praktik nyata kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. “Cinta kepada Nabi tidak hanya melalui syair dan doa, tetapi juga dengan merefleksikan akhlak beliau dalam kehidupan sosial dan gerakan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, dalam prakata pembukaan, Octaul Baha’, owner Joglo Sunan, menekankan pentingnya ruang-ruang berkumpul yang tidak hanya menawarkan kopi, tetapi juga ide dan gagasan. “Joglo Sunan kami hadirkan bukan hanya sebagai angkringan, tapi juga sebagai simpul diskusi dan pusat kebudayaan,” ungkap alumni PMII ini.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Ashari S.HI., MH, mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam meJnjaga stabilitas sosial dan keamanan. “Peran mahasiswa tidak boleh berhenti di kampus. Negara ini membutuhkan energi pemuda untuk mengawal kebijakan dan memberi solusi,” tegasnya mewakili alumni senior PMII Madiun Raya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menekankan pentingnya kekaryaan dan ekonomi kreatif sebagai fondasi kebangkitan bangsa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap ide-ide produktif dari anak muda, termasuk dalam pengembangan UMKM dan ekonomi berbasis komunitas, ucapnya. 

Sedangkan Walikota Madiun, Maidi, mengapresiasi kegiatan yang memadukan nilai-nilai spiritual dan semangat kebangsaan. “Stabilitas kota ini juga lahir dari partisipasi semua elemen, termasuk mahasiswa. Mari kita bangun kota ini dengan cinta dan karya,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa Cipayung Plus dan alumni PMII dari Madiun Raya. Dalam sesi informal, mahasiswa menyampaikan berbagai gagasan tentang penguatan literasi kebangsaan, advokasi sosial, dan peningkatan peran mahasiswa dalam merespons tantangan zaman.

Kehadiran forkopimda dari Kabupaten dan Kota Madiun menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sipil dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil, aman, dan sejahtera.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa memperingati Maulid Nabi tidak hanya bermakna ritual, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan peradaban, ekonomi, dan moral bangsa. Dengan semangat cinta Nabi, PMII Madiun Raya mengajak seluruh elemen untuk terus bergerak, berpikir, dan berkarya demi Indonesia yang lebih baik. (Ali)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.