Press ESC to close

Mandat Masyayikh dalam menyinergikan santri dan alumni pada HBH HIMASAL se-Jawa Barat.

MAJALENGKA – kerinduan yang terpancar dari wajah ratusan alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang memadati Masjid Agung Hj. Mariani, Pondok Pesantren Cabang Lirboyo V, Majalengka, Jawa Barat. Pada Minggu, 29 Maret 2026, atmosfer khidmat menyatu, menandai berlangsungnya agenda Halal bi Halal (HBH) Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) sewilayah Jawa Barat. Pertemuan ini menjadi momentum reaktualisasi nilai-nilai kepesantrenan.

Perhelatan akbar ini dihadiri oleh jajaran tokoh religius. Tampak hadir KH. Mustofa Aqil Siroj (Pengasuh PP. KHAS Kempek), KH. Amiruddin Abkar, KH. Maman Imanul Haq (Anggota DPR RI), KH. Ubaidillah Haris (Ketua HIMASAL PW Jabar), serta KH. Juhadi Muhammad (Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat). Acara ini juga turut menghadirkan para pengasuh PP. Lirboyo Kediri, yakni KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Mahin Thoha, serta Dr. KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza).

Tepat pukul 13.00 WIB, prosesi dimulai dengan tahlil akbar . Keheningan majelis menciptakan ruang kontemplasi bagi setiap pasang mata yang hadir. Setelah rangkaian sambutan dari struktur organisasi HIMASAL dan tokoh masyarakat, mimbar dialihkan kepada Dr. KH. Reza Ahmad Zahid. Bahwa spektrum pengabdian alumni Lirboyo sangat luas dan beragam. Predikat santri bersifat melekat, melampaui batas profesi maupun status sosial. Di mana pun seorang alumni berpijak, baik di ranah birokrasi, pendidikan, ekonomi, maupun sosial, prinsip-prinsip luhur pesantren harus menjadi kompas moral dalam bertindak. Menjadi santri adalah pilihan hidup untuk senantiasa membawa kemaslahatan, demikian ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, KH. Mustofa Aqil Siroj menuturkan irsyad atau bimbingan guru dalam kehidupan. Beliau mengambil cerita dari ketaatan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang didasarkan pada keyakinan mutlak (iman) terhadap wahyu bukan nafsu, sebagaimana termaktub dalam Surat An-Najm ayat 3. Dalam konteks santri Lirboyo, pola pikir yang dibangun harus berlandaskan kepercayaan penuh terhadap bimbingan para masyayikh.

Kiai Mustofa menggarisbawahi bahwa seorang alumni perlu memproteksi pemikirannya agar tidak mudah terdistorsi oleh wacana dan dorongan nafsu yang sering kali bertabrakan dengan nilai-nilai agama. Beliau memberikan perumpamaan teknologi sperti sistem komputer terus mengalami pembaruan perangkat keras (upgrade Pentium), berbeda dengan sistem PP. Lirboyo tetap. Kekokohan sistem ini terbukti dari ribuan santri yang terus meregenerasi nilai-nilai tersebut.

KH. Maman Imanul Haq dalam kesempatannya, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Lirboyo di Jawa Barat. Beliau memandang Lirboyo sebagai cahaya yang memancarkan bimbingan bagi masyarakat Jawa Barat melalui kiprah para alumninya.

Puncak acara ditutup dengan amanat dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus. Menurutnya, "Yang paling hak kalian jaga adalah suatu hak yang kalian miliki, sebagaimana Pesantren, Madrasah, Masjid dan Masyarakat menjadi baiknya tergantung kalian menjaga itu semuanya dengan ilmu agama kalian, termasuk anak-anak kalian, supaya menjaga (akidah dan agama) mereka semua dengan memesantrenkan mereka."

Hajatan besar ini berakhir pada pukul 16.30 WIB. Walaupun durasi pertemuan tergolong singkat, pesan yang ditinggalkan lebih dari cukup. Bagi para alumni yang kini bergelut di berbagai medan pengabdian, HBH HIMASAL Jawa Barat merupakan momentum penyelarasan kembali (alignment).

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.