Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kalangan santri. Khoirul Adib, santri asal Pondok Pesantren Darul Ilmi, Meteseh – Semarang sekaligus pegiat Dunia Santri Community (DSC) dan kader Ansor University Jawa Timur, berhasil meraih juara 1 dalam kategori Santri Berprestasi pada ajang bergengsi Pesantren Award 2025. Acara ini digelar oleh Kementerian Agama RI, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa.
Ajang tahunan ini berlangsung meriah di di Aula H.M. Rasjidi, kementerian Agama, Jakarta, Jakarta, dan dihadiri oleh ratusan santri, pengasuh pesantren, serta pejabat pemerintah. Dari ratusan peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi ketat, Khoirul Adib tampil menonjol berkat prestasi akademik, kepemimpinan, dan kiprahnya di bidang inovasi.
Khoirul Adib dikenal sebagai santri yang tekun, kreatif. Terbukti, saat ini dia mendapatkan beasiswa LPDP S2 Double Degree di Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro serta Graduate School of Innovation and Practice for Smart Society Hiroshima University.
Selain itu, Khoirul Adib juga memiliki rekam jejak yang gemilang. Ia mendapatkan berbagai macam penghargaan di kancah internasional ataupun nasional. Di kancah internasional, santri yang diakrab dipanggil Adib pernah mendapatkan medali perak di World Invention Creativity Olympic & Conference (WICO), Korean University Invention Association di SETEC Convention Center, Seoul, Korea Selatan (2023). Lalu medali emas dalam Kompetisi Riset World Young Invention and Exhibition (WYIE), Malaysian Invention and Design Society di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia (2023). Sedangkan di kacah nasional ia pernah mendapatkan medali Perak dalam Kompetisi Pitch Battle Santri Fest pada Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia di Pondok Pesantren Lirboyo (2022), dan masih banyak lagi.
Tak hanya cerdas, Khoirul Adib juga dikenal rendah hati dan gemar berbagi ilmu kepada teman-temannya. Hal ini dibuktikan dengan membuat berbagai macam platform seperti ZeroUp sebagai upaya pemanfaatan lahan nonproduktif menjadi sebuah ladang pertanian yang efisien. Kemudian platform Santri Academy yang merupakan suatu platform pembelajaran yang memfokuskan bidang pendidikan agama Islam. Sampai dengan platform MOOC di Ansor University Jawa Timur sebagai upaya untuk meningkatkan intelektualitas kader Ansor.
Dengan raihan ini, Khoirul Adib berharap dapat terus menginspirasi generasi muda, khususnya para santri, untuk tidak ragu bermimpi besar dan terus berinovasi. “Menjadi seorang santri adalah sebuah privilige yang luar biasa. Di pesantren, kita belajar banyak hal bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang kehidupan, nilai, dan kemanusiaan. Dari sana, sudut pandang kita semakin luas dan terbuka. Zaman sekarang tidak lagi membatasi ruang gerak santri siapa pun bisa menguasai banyak bidang, berinovasi, dan berkontribusi dengan kesempatan yang sama,” tuturnya.
Khoirul Adib juga berpesan kepada kita semua bahwa santri tidak hanya cerdas tetapi juga beradab. “Santri tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga tulus dalam berbuat. Sebab ilmu tanpa adab hanyalah kesombongan, dan amal tanpa ilmu hanyalah kesia-siaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi benteng bagi santri, agar mampu melangkah di tengah derasnya arus zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi,” ujarnya.