Press ESC to close

How to Learn Kutubut Turats in The Shortes Time, Possible?

Hei Guys...! pernah gak sih kalian  bertanya-tanya “gimana sih, caranya biar lanyah sama yang namanya kutubut turats alias kitab kuning?”. Pernah gak sih kalian punya pikiran gitu?. Emang sih, kita tahu bahwa kitab kuning merupakan salah satu momok bagi para santri. But, don’t worry, kita akan bagikan tips-tips untuk kalian agar jadi masternya master.

Mau tau gimana? Let’s watch

Pertama, searching partner yang menurutmu canggih dalam bidang kutubutturots dan yang paling penting, dia mau diajak berdiskusi seputar nahwu dan shorof.

Kedua, buatlah tim diskusi untuk membahas problem-problem kalia dalm membaca kitab dan mempelajari kitab dasar dulu ya, Guys. Seperti Matn Jurumiyah, dan Amtsilah Tashrifiyah. Cause, it’s more easy untuk dipelajari bagi pemula.

Ketiga, jika kalian kesulitan memahami Matn Jurumiyah, kalian bisa membaca terjemahnya atau menggunakan Risalatul Aqlam sebagai sumber referensi lain. Karena, kitab tersebut membantu mu dalam memahami nahwu dan shorof.

Keempat, jadikanlah kitab Fathul Qorib sebagai muthala’ah keseharian mu. Jika kalian menemui mufradat (kosa kata) yang sulit, maka carilah mufrodat itu dalam kamus bahasa Arab yang kalian miliki. Lalu, rangkum mufrodat tersebut dalam satu buku dan hafalkan. So, kalian jangan samapai pisah sama kamus ya, Guys...

Kelima, you should have target! Buatlah target paling ringan dalam muthala’ah kitab. Misalnya, 3 baris per hari. Jika kamu menemukan musykilah (pertanyaan), you can as your musykilah with your friend or your teacher, So, you should try it.

Well, gimana Guys..tips-tips nya? Easy, kan? Dijamin topcer,deh. So, keputusannya ada di tangan kalian. Take it or leave it!

Sayonara, readers!.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia
Pesan bulan Syawal untuk para santri

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.