Press ESC to close

Haul Masyayikh PP Bahrul Ulum: KH Zulfa Musthofa Sebut Belajar Agama di Pesantren adalah Jalan Paling Aman

Ribuan santri dan alumni memadati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dalam rangka Haul Masyayikh dan pengajian umum, Rabu (25/6/2025) malam. Acara ini juga menjadi momentum pemanasan menjelang peringatan 200 tahun berdirinya pesantren yang akan digelar puncaknya pada 25 Oktober 2025 mendatang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Musthofa, yang menyampaikan mauidzah hasanah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya belajar agama melalui jalur pesantren karena keilmuannya yang bersanad.

"Belajar langsung dari pesantren pasti berbeda dengan belajar ketika mengambil agama dari sosial media atau tempat-tempat yang tidak bersanad. Sanad dalam mencari ilmu adalah laksana emas," ujar Kiai alumnus Pondok Pesantren Mathali'ul Falah Kajen Pati, Jawa Tengah.

Ia menegaskan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang paling aman untuk belajar agama.

"Hari ini kalau kita ditanya belajar agama paling aman di mana? Jawabannya adalah di pesantren karena keilmuannya jelas. Dengan syarat memenuhi kriteria pesantren. Pesantren dikatakan pesantren kalau ada 3 unsur. Satu ada Kiai atau Bunyai yang mau Istiqomah mengajar. Kedua, kalau ada santri yang mau belajar kepada Kiai dan Bunyai. Ketiga, baru disebut pesantren itu dipelajari kitab-kitab Turots atau kitab-kitab Kuning," tambahnya.

Kiai Zulfa juga menyebut nama besar Bahrul Ulum tidak dapat dipisahkan dengan nama besar KH Wahab Hasbullah. Mbah Wahab terangnya, adalah sosok penggerak NU paling terkenal dari Bahrul Ulum.

"Mbah Wahab Hasbullah adalah representasi dari Bahrul Ulum yang paling terkenal. Kita ini beruntung kalau belajar di pesantren seperti ini, berarti kita sudah belajar agama Islam dari sumbernya," terangnya.

Keberkahan menjadi santri, menurutnya tidak akan pernah luntur asalkan masih ada Kiai dan Bunyai yang mengajar ngaji di pesantren.

"Saya percaya keberkahan pondok seperti Bahrul Ulum Tambakberas, pondok pesantren di bawah RMI NU. Pesantren ini masih eksis karena masih ada Kiai atau Bunyai yang ngajar ngaji," tegas Kiai yang juga menerima gelar Doktor Kehormatan (Dr. HC) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.

Di acara yang sama, Ketua Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas, Dr. KH. Wafiyul Ahdi, menyampaikan bahwa kegiatan haul ini sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kepedulian para alumni terhadap PP Bahrul Ulum.

"Kami melakukan banyak ikhtiar bagaimana PP Bahrul Ulum tetap eksis tetap, tetap berkah, tetap ramai, tetap banyak sumber daya manusia yang semangat ngaji, dan banyak para santri yang semangat tholabul Ilmi di bumi Bahrul Ulum," jelas Kiai Wafi.

Acara tersebut juga menjadi ajang reuni spiritual para alumni yang telah lama tidak ziarah kepada Masyayikh Bahrul Ulum Tambakberas.

"Para alumni, mungkin ada sebagian di antara njenengan ada yang berpuluh-puluh tahun tidak ziarah ke PP Bahrul Ulum. Dari tadi pagi di setiap sudut tambak beras penuh dengan alumni. Kumpul semua untuk menyambung silaturahmi spritualitas dengan Masyayikh PP Bahrul Ulum Tambakberas. Ini menandakan para alumni peduli dengan pondok Bahrul Ulum," imbuh Kiai yang juga Wakil Rektor Unwaha Jombang ini.

Ketua Majelis Pengasuh, KH Muhammad Hasib Wahab Hasbullah memberikan amanah kepada alumni untuk selalu mengingat dan berpegang teguh pada tiga hal.

"Pertama ilmu, kedua harus kaya, ketiga adalah taqwallah sehingga sakti. Pegang teguh ini," terangnya.

Terakhir, Kiai Hasib juga menyampaikan salam kepada wali santri melalui santri yang akan menjalani musim libur sekolah dan pesantren.

"Ini kegiatan termasuk istimewa, sampaikan salam kami ke orang tua kalian," pungkas Kiai yang juga anak almaghfurlah KH Wahab Hasbullah ini. (Rif)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.