Press ESC to close

Halal Bi Halal MWCNU Diwek, Tekankan Sinergi dan Keikhlasan Berkhidmah

JOMBANG - Sebanyak 200 pengurus Nahdlatul Ulama (NU) memadati Pesantren Falahul Muhibbin Desa Watugaluh, Senin (30/3) malam. Mereka menghadiri Halal bi Halal yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek.

Para hadirin berasal dari para pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom dan pengurus ranting NU. Baik dari jajaran syuriah maupun tanfidziyah. 

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan shalawat. Dilanjutkan dengan istigosah yang dipimpin oleh Kiai Muhammad Rofiq.

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengakui NU adalah peluang besar untuk berbuat baik. "Kepada semua saja, termasuk kepada orang yang pernah menyakiti kita," ujarnya. 

Kegiatan halal bi halal, lanjutnya, menjadi momentum tepat untuk membersihkan hati dalam diri. "Agar kita khidmah ke NU atas dasar kesadaran diri, bukan karena pamrih," imbuhnya. 

Dia mengakui masih ada kekurangan dalam periode kepemimpinannya. "Tanfidziyah itu pelaksana di NU, jadi yang banyak dosa kami, karena amanat itu amat berat untuk dilaksanakan," ucapnya. 

Program yang sudah berjalan harus terus tetap berjalan. "Siapapun nanti yang menjadi pimpinan, pengajian Seloso Legi dan Lailatul ljtima' harus tetap berjalan di MWCNU Diwek, termasuk kegiatan lembaga-lembaga," tandasnya. 

Rais Syuriah MWCNU Diwek KH Nur Hadi mengakui banyak kekurangan di jajaran syuriah. "Saya siap dikritik agar menjadi lebih baik," tambahnya.

Kiai akrab disapa Mbah Bolong ini mengakui soliditas pengurus NU di lingkungan Diwek. "Makanya saya bawa enteng saja syuriah, karena di Diwek sudah pada rukun, tinggal istikomah saja," pesannya.

Mustasyar PCNU Jombang ini menambahkan, pengurus NU haru memenangkan peperangan. "Musuhnya adalah orang-orang yang menginginkan kerusakan kita," ujarnya.

Dirinya berpesan itu agar NU di Diwek terus ditata. "Karena potensinya luar biasa, tinggal dilakukan koordinasi dan musyawarah," ujarnya.

Sebagai tradisi yang dicetuskan KH Wahab Hasbullah, tambahnya, warga NU harus meneruskan. "Harus ada juga yang rela berkorban dalam perjuangan ngopeni NU," pesannya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti kegiatan dengan seksama. Rangkaian kegiatan ditutup doa yang dipimpin KH Muchlis Dimyati, pengasuh Pesantren Darul Falah Cukir. (muk)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.