Press ESC to close

Eksplorasi Diri Melalui Jendela Johari Window di MA Al-Ikhsan Beji: Meningkatkan Kesadaran dan Potensi Diri Siswa

Madrasah Aliyah (MA) Al-Ikhsan Beji menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Eksplorasi Diri Menggunakan Jendela Johari Window” yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Kegiatan ini merupakan program pembinaan diri yang dirancang untuk membantu siswa mengenal dan memahami diri sendiri serta meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, dan refleksi diri. Selain eksplorasi diri, kegiatan ini juga dilengkapi dengan permainan tebak gambar psikologi dan latihan teknik membaca cepat (skeming) untuk menumbuhkan kesadaran psikologis dan literasi siswa.

Program ini dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu, dimulai pada 29 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Selama lebih dari satu bulan, kegiatan berlangsung secara berkelanjutan dengan pembagian jadwal bergiliran untuk kelas X dan XI.

Seluruh rangkaian kegiatan diadakan di lingkungan MA Al-Ikhsan Beji, baik di ruang kelas maupun aula madrasah. Suasana kegiatan dibuat santai dan interaktif agar siswa merasa nyaman dalam berekspresi dan terbuka terhadap proses refleksi diri.

Peserta kegiatan adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan pendampingan dari guru bimbingan konseling dan tim fasilitator kegiatan eksplorasi diri. Guru berperan sebagai pembimbing dalam setiap sesi, memfasilitasi diskusi, serta membantu siswa memahami hasil eksplorasi diri mereka melalui konsep Jendela Johari (Johari Window).

Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk membantu siswa mengenali potensi, kelemahan, dan persepsi diri mereka, baik dari pandangan pribadi maupun dari pandangan teman sebaya. Dengan metode Jendela Johari, siswa belajar memahami empat area dalam diri mereka:
1. Open Self – sisi diri yang diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.
2. Blind Self – sisi yang tidak disadari oleh diri sendiri tetapi diketahui orang lain.
3. Hidden Self  – sisi yang disembunyikan dari orang lain.
4. Unknown Self – sisi yang belum diketahui oleh siapa pun.

Melalui pemetaan ini, siswa diajak untuk menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan mampu menerima umpan balik positif dari orang lain. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial antar siswa karena mereka belajar menghargai perbedaan persepsi dan karakter masing-masing.

Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengetahui sejauh mana siswa mengenali dirinya sebelum eksplorasi dimulai. Selanjutnya, mereka diminta menuliskan sifat-sifat pribadi yang mereka sadari dalam diri sendiri. Setelah itu, lembar tersebut ditukar dengan teman sekelas agar mereka saling menuliskan pandangan terhadap satu sama lain.

Hasil penilaian tersebut kemudian dianalisis bersama dan dimasukkan ke dalam empat area Jendela Johari Window. Proses ini menjadi momen refleksi yang sangat berharga karena banyak siswa menemukan bahwa persepsi orang lain terhadap dirinya tidak selalu sama dengan yang mereka pikirkan.

Setelah proses analisis selesai, siswa mengisi post-test untuk melihat perubahan pemahaman mereka tentang diri sendiri setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Selain eksplorasi diri, siswa juga diajak mengikuti permainan tebak gambar psikologi, di mana mereka diminta menafsirkan gambar-gambar simbolik yang memiliki makna psikologis tertentu. Aktivitas ini bertujuan menstimulasi kesadaran bawah sadar dan membantu siswa mengenali pola pikir serta cara pandang mereka terhadap sesuatu.

Tak hanya berhenti pada kegiatan psikologis, siswa juga dilatih untuk mengasah kemampuan literasi dan komunikasi melalui teknik membaca cepat (skeming). Mereka diberikan satu halaman berita aktual, diminta membacanya secara cepat, kemudian menjelaskan isi berita tersebut secara lisan kepada teman di sebelahnya.

Aktivitas ini tidak hanya melatih kecepatan membaca, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyimak, dan berbicara dengan efektif. Suasana kelas menjadi hidup karena setiap siswa berusaha menjelaskan berita dengan caranya sendiri, sehingga tercipta interaksi yang aktif dan menyenangkan.

Hasil dan Dampak Kegiatan

Dari hasil observasi, kegiatan ini membawa dampak positif yang signifikan. Siswa menjadi lebih terbuka dalam menilai diri sendiri, lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman, dan mampu menerima kritik atau masukan dengan sikap positif.

Beberapa siswa mengaku mendapatkan pandangan baru tentang dirinya. Salah seorang peserta dari kelas XI mengatakan, “Saya baru tahu kalau teman-teman melihat saya sebagai orang yang bisa diandalkan. Dulu saya pikir saya biasa saja.”

Sementara itu, guru bimbingan konseling MA Al-Ikhsan Beji menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membentuk karakter dan kesehatan mental siswa. “Kegiatan eksplorasi diri dengan Jendela Johari ini membantu anak-anak memahami siapa dirinya, sehingga mereka bisa lebih fokus mengembangkan potensi dan mengatasi kelemahan yang ada,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan membaca skeming juga dinilai berhasil meningkatkan minat baca siswa dan kemampuan mereka memahami inti informasi dalam waktu singkat. Guru bahasa Indonesia yang turut memantau kegiatan menyebutkan bahwa siswa menjadi lebih cepat tanggap dalam menangkap ide pokok dan mampu menceritakan kembali isi bacaan dengan jelas.

Kesimpulan

Kegiatan Eksplorasi Diri Menggunakan Jendela Johari Window yang dilaksanakan dari 29 Agustus hingga 4 Oktober 2025 setiap Jumat dan Sabtu di MA Al-Ikhsan Beji menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan psikologi dan literasi dapat dikolaborasikan untuk membentuk pribadi siswa yang utuh.

Dengan memahami diri sendiri, menghargai pandangan orang lain, serta meningkatkan kemampuan literasi dan komunikasi, siswa MA Al-Ikhsan Beji tidak hanya tumbuh menjadi pelajar yang cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program rutin yang terus dikembangkan, agar semakin banyak generasi muda yang mampu melihat diri mereka melalui “jendela” yang lebih jernih dan terbuka.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.