Melalui Q.S. Ar-Rum [30]: 21 Islam sudah memberi tanda bahwa sakinah merupakan wujud dari kesejahteraan keluarga. Hanya saja perlu upaya dasar untuk memikirkan ulang dan mengkontekstualisasikan pemahaman ayat tersebut sehingga mampu sebagai dasar untuk menguatkan ekonomi melalui keluarga. Pertanyaannya adalah apa upaya yang dilakukan? Bagaimana manifestasinya?
Di Indonesia, ada sekitar 41.000 pesantren. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran betapa kaya dan beragamnya wajah pendidikan Islam di negeri ini. Setiap pesantren punya warna sendiri. Kurikulumnya tak seragam, namun justru itulah kekuatannya saling melengkapi dalam keberagaman.
Cerita Bahlul dan Raja Harun Ar-Rasyid. Pada suatu hari, Bahlul datang ke majelis Raja Harun Ar-Rasyid. Ia masuk dengan tenang, lalu duduk di barisan paling belakang, jauh dari pusat perhatian. Raja Harun Ar-Rasyid melihatnya dan berkata, “Bangunlah, Bahlul. Duduklah di depan.”
Mengkaji nilai moderasi tidak hanya di sektor hubungan antar umat beragama, akan tetapi juga bisa ditinjau dari aspek domestik guna menciptakan keluarga yang sakinah sebagaimana diajarkan oleh agama.
Dalam kitab Fathul Bari ada sebuah riwayat bahwa Rasulullah Saw. tidak pernah mencium tangan para pemimpin Quraisy, pemimpin kabilah, raja, atau siapapun. Sejarah mencatat hanya Fatimah Az Zahra -putri beliau- dan seorang tukang batu yang pernah dicium oleh Rasulullah Saw.