Jombang - Madrasah Al-Hikam -Yayasan Mamba’ul Hikam Jombang- menggelar seminar bertema “Strategi Cerdas Bermedia Sosial di Era Post-Truth” yang berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh 100 siswa/siswi MA AL-Hikam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membekali siswa/siswi dengan pemahaman yang bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi dan maraknya fenomena post-truth.
Tema ini dipilih karena media sosial saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang pembentukan opini publik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang cerdas dan beretika agar media sosial dapat dimanfaatkan secara positif, produktif, dan bertanggung jawab. Terlebih ketika siswa/siswi libur sekolah semester ganjil 2025/2026.
Ketua panitia, Gus Dr. Mohammad Fauzan Ni’ami, S.H., M.H. menyampaikan bahwa acara seminar ini merupakan bentuk implementasi hasil rekomendasi dari Halaqah Santri Digital Jawa Timur 2025.
“Seminar ini memang diadakan untuk membekali pemahaman sosial media siswa/siswi ketika liburan supaya lebih bijak dan cerdas. Tapi di satu sisi juga, seminar ini adalah komitmen implementasi hasil rekomendasi Halaqah Santri Digital Jawa Timur 2025 kemarin”, ujar pria yang akrab disapa Gus Ami’.
Seminar menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Dr. Abdullah Hamid, M.Pd. (Founder Dunia Santri Community & Pesantren.id), memaparkan materi tentang cara agar tetap eksis dan relevan sesuai dengan perkembangan digital. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, geneerasi saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Di era digital, kita harus harus kritis dalam bermedia sosial, harus membedakan antara fakta dan hoaks,” ujar Dr. Abdullah Hamid. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun personal branding yang positif serta meningkatkan kemampuan literasi digital agar tidak terjebak dalam arus informasi palsu atau provokatif.
Sementara itu, narasumber kedua, Ning Ashlaha Baladina Zaimuddin, S.I.Kom., M.A. (Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia, S2 University of Leeds, Inggris), memfokuskan materinya pada etika bermedia sosial, cara mengontrol emosi, serta pemanfaatan media sosial secara positif. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar di era post-truth adalah dominasi emosi dibandingkan fakta dalam menyikapi sebuah informasi. Hal ini sering memicu konflik, perpecahan, dan kesalahpahaman di ruang digital.
“Santri yang kuat bukan yang paling aktif di media sosial, tapi yang paling mampu mengendalikan dirinya di hadapan layar,” jelas perempuan yang akrab dipanggil Ning Dena. Ia juga memberikan tips praktis untuk mengontrol emosi, dan menekankan konsep BBP sebelum posting (Benar?, Bermanfaat?, Perlu dipublikasi?).
Seminar ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat respons aktif dari siswa/siswi MA Al-Hikam. Melalui kegiatan ini, Madrasah Al-Hikam Jombang berharap dapat berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang cerdas, bijak, dan beretika dalam bermedia sosial di era post-truth.