Apa itu hakikatnya dunia? Kenapa manusia sibuk mengurus dunia sehingga lupa kepada Allah Swt. Serta dirinya sendiri? Yang jelas, kata Gus Ulil, dunia dikatakan dunia karena meliputi tiga unsur. Pertama, karena ada wujudnya (a’yan maujudah); kedua, kita memiliki kepentingan (ada kepentingannya); ketiga, kita melakukan sesuatu untuk mendapatkannya (effort).
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa umat manusia memasuki era baru, di mana batas antara dunia nyata dan dunia digital semakin kabur. Berbagai inovasi seperti chatbot, humanoid, hingga ekosistem digital telah membentuk lanskap sosial yang berbeda dari sebelumnya. Dalam konteks ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar: bagaimana Islam merespons perubahan ini? Apakah nilai-nila