Apa Arti Menjadi Kader PMII? Abah Imam Menjawab dengan "Al-Hayah Al-Harakah"
Refleksi kaderisasi PMII bersama Abah Imam: bergerak dengan ilmu, beramal dengan nilai, dan mengabdi untuk agama dan bangsa.
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Aktif di lingkungan Organisasi Nahdlatul Ulama' (NU), Ikatan Santri Alumni Salafiyah-Syafi'iyah (IKSASS), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aktivitasnya banyak mewarnai dunia pesantren, gerakan kemahasiswaan, kehidupan masyarakat, dan pengabdian kepada umat, sembari menekuni bidang akademik dan pers.
Refleksi kaderisasi PMII bersama Abah Imam: bergerak dengan ilmu, beramal dengan nilai, dan mengabdi untuk agama dan bangsa.
Dr. Wafi Ali Hajjaj mengingatkan mahasiswa baru At-Taqwa bahwa IPK bukan segalanya. Karakter, kompetensi, pengalaman, integritas, dan kontribusi menjadi bekal penting menuju kesuksesan.
Kurnia Astutik, M.Pd., eks Kepala TK At-Taqwa Bondowoso yang kini menjadi Kaprodi PIAUD Universitas At-Taqwa, mengenalkan visi pendidikan anak berbasis kearifan lokal dan nilai Aswaja.
Ir. Shakib Abdullah menegaskan komitmen YDSF menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Beasiswa Rp3,36 miliar disiapkan untuk mencetak generasi penggerak dakwah dan umat.
Politisi asal pesantren Banyuwangi, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., mendorong masyarakat Bondowoso memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Dalam sosialisasi di Graha NU Bondowoso, ia menyoroti rendahnya pemanfaatan CKG serta pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui budaya hidup sehat dan pemeriksaan preventif.
Bharaka, seorang pemuda yang terpaksa masuk pesantren karena dilarang ibunya menjadi tentara. Ia harus belajar mengalahkan egonya, menghadapi kegagalan, dan menyelaraskan nilai kesantrian agar bisa meraih restu ibu serta mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. "Tidak semua jalan menuju cita-cita harus ditempuh dengan melawan. Terkadang, jalan itu justru ditemukan lewat ketaatan."
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur bersama akademisi Bondowoso menegaskan pentingnya sinergi tata kelola pemerintahan, kepastian hukum, dan penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional di Bondowoso yang diikuti ratusan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dalam Tabligh Akbar Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA di Bondowoso, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D. mengajak masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurut beliau, tidak ada manusia yang terbebas dari masalah, namun Islam telah memberikan jalan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah SWT.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, mengajak santri menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sebagai momentum memperkuat iman, memperbanyak selawat, dan meningkatkan semangat menuntut ilmu. Peringatan yang diikuti ribuan santri itu juga diisi tausiyah keagamaan serta penyerahan hadiah Lomba Pawai Muharram.
BEM TI Resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2026/2027.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I. mengajak santri putri untuk percaya diri, aktif berorganisasi, dan terus mengembangkan potensi diri saat menghadiri Pelantikan OSIM MDW-SS 2 Putri. Menurutnya, pendidikan pesantren menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan akhlak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.