Jepara, Desember 2025 — Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen lintas program studi melaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis permainan “Lingo Climb” di SD Negeri 6 Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.
Program ini diketuai oleh Nina Sofiana, M.Pd. dengan anggota tim Muhammad Alie Muzakki, S.Pd., M.Pd., Aprilia Riyana Putri, M.Pd., dan Teguh Tamrin. Kegiatan bertujuan meningkatkan kreativitas guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris, khususnya penguasaan kosakata (vocabulary), sekaligus mempersiapkan sekolah menghadapi kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028 sesuai Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024.
Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Interaktif
Berdasarkan hasil observasi awal, pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah masih didominasi metode konvensional seperti hafalan dan latihan berulang. Kondisi ini membuat siswa kurang tertarik dan kesulitan mengingat kosakata baru.
Sebagai solusi, tim pengabdian menghadirkan Lingo Climb, media pembelajaran berbasis permainan papan yang mengadaptasi konsep ular tangga dan dikombinasikan dengan kartu kosakata interaktif. Melalui pendekatan game-based learning, siswa belajar sambil bermain secara kolaboratif dan kompetitif.
100% Guru Berhasil Mengembangkan Media Mandiri
Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pelatihan capacity building, workshop pembuatan dan modifikasi media, simulasi pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, serta monitoring dan evaluasi.
Hasilnya, 100% guru peserta berhasil membuat dan memodifikasi media Lingo Climb secara mandiri sesuai tema pembelajaran masing-masing. Guru juga menunjukkan peningkatan kreativitas serta kepercayaan diri dalam mengelola pembelajaran berbasis permainan.
Dalam implementasi di kelas, siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan berani menggunakan kosakata Bahasa Inggris. Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dibandingkan metode konvensional sebelumnya.
Berkelanjutan dan Berpotensi Jadi Praktik Baik
Sebagai bentuk keberlanjutan program, media Lingo Climb diserahkan kepada sekolah untuk digunakan secara jangka panjang. Guru juga berkomitmen mengintegrasikan media tersebut ke dalam RPP dan pembelajaran rutin.
Program ini tidak hanya menghasilkan media pembelajaran, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir guru menuju pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis.
Ke depan, Lingo Climb berpotensi menjadi best practice pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan penguasaan kosakata melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan.